Hukum

Fahri: OTT KPK Rp 10 juta, ongkos 15 orang ke Bengkulu berapa?

7.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:38
13 JUN 2017
Dok. Fahri Hamzah
Reporter
Zul Sikumbang
Sumber
Rimanews

Rimanews - Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, menyindir operasi tangkap tangan KPK jaksa di Bengkulu yang hanya menyita uang Rp 10 juta sekaligus mempertanyakan sejumlah LSM-LSM pembela KPK.

Menurut Fahri, LSM-LSM itu seharusnya ikut mengkritik KPK, bukan malah melaporkan dia ke Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI.

"Nah yang jelek mereka (LSM) harus mengkritik KPK dong. Masa OTT Rp 10 juta sementara ongkos kirim untuk 15 orang ke Bengkulu itu berapa. Harusnya ini yang dikritisi. Jangan asik lihat orang ditangkap. Jadi seperti senang melihat orang yang menderita," kata Fahri Hamzah di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

Penyidik KPK, Jumat 9 Juni lalu menangkap tangan tiga orang, termasuk Kepala Seksi III Intel Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Parlin Purba, dengan barang bukti suap sebesar Rp 10 juta. Uang itu diduga sebagai penerimaan lanjutan dari berjanjian Rp 150 juta. Suap berkaitan dengan pengumpulan bukti dan keterangan dalam sejumlah proyek di Balai Wilayah Sungai Sumatera VII Bengkulu.

Kritik terhadap KPK menyoal OTT ini juga sempat bergulir di media sosial. Sempat beredar dua foto jaksa mengangkat kertas bertuliskan tagar #OTTRecehan tersebar di dunia maya.

Namun, menurut Jaksa Agung HM Prasetyo, reaksi jaksa dengan menunjukan tulisan #OTTRecehan merupakan sikap kekecewaan terhadap rekannya yang masih melakukan pelanggaran, bukan mengkritik OTT oleh penyidik KPK.

Fahri melanjutkan, apa yang dilakukan LSM-LSM dalam membela KPK tidak lain karena peran public relation yang ada di balik layar KPK.

"Saya tahu cara mereka kerja. KPK punya PR, dia ngantor disebelah kantor KPK . PR ini melakukan penggalangan terhadap komunitas -komunitas yang biar nanti dapat dukungan bantuan dari lembaga seperti USAID. Jadi tugasnya menyerang orang yang menyerang KPK. Saya punya dokumentasinya karena saya juga pernah diundang oleh mereka," kata Fahri.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui