Hukum

Dituntut 5 tahun, Choel Mallarangeng protes

1.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:39
15 JUN 2017
Dok. Choel Mallarangeng
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Terdakwa korupsi proyek pembangunan pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah olahraga Nasional di bukit Hambalang, Bogor, Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng mengaku keberatan dengan tuntutan yang dilayangkan oleh jaksa KPK.

Menurut adik kandung mantan Menpora Andi Alifian Mallarangeng ini, tuntutan 5 tahun dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan merupakan hasrat gelap mata dari KPK dan sangat jauh dari rasa keadilan.

"Ini untuk menghukum kami secara berkesinambungan selama 10 tahun," ujarnya dalam sidang Pledoi di Pengadilan Tipikor Jakarta, hari ini.

Jaksa KPK menuntut Choel dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 6 bulan kurungan lantaran dianggap terbukti menerima suap dalam proyek Hambalang, Bogor. Choel didgua menerima Rp 2 miliar dan USD 550 ribu. Uang Rp 2 miliar diterima Choel pada Mei 2010 dari Herman Prananto dan Nani Meliana Rusli (PT Global Jaya Manunggal). 

Jaksa menyebut negara dirugikan Rp 464.391.000.000 dalam perkara ini. Choel dinilai melanggar Pasal 3 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 juncto Pasal 65 Ayat 1 KUHP.

Menanggapi tuntutan itu, Choel mempertanyakan landasan jaksa KPK menuntutnya dengan hukuman 5 tahun penjara sementara dia hanya seorang pengusaha. Dia membandingkan dengan vonis kakaknya yang nota bene sebagai pejabat negara hanya dihukum 4 tahun.

"Dalam perkara ini kakak saya , Andi alifian Malaranggeng telah dipidana selama 4 tahun kemudian saya dituntut pidana justru melebihi hukuman kakak saya. Saya benar-benar tidak memahami apa rasionya seorang swasta seperti saya yang tidak memiliki kekuasaan dan kewenangan justru dituntut untuk dihukum melebihi pejabat negara yang memiliki kewenangan," ujarnya.

Dalam Pledoinya, Choel mengatakan semenjak kasusnya dilimpahkan ke pengadilan ia sangat yakin dan percaya terhadap KPK dalam melaksanakan wewenangnya berdasarkan kompetensi, pengalaman, kebijaksanaan dan nurani mereka. Tetapi dia mengaku terkejut manakala jaksa KPK menuntutnya dengan hukuman 5 tahun penjara.

Choel juga kesal lantaran niatnya menjadi Justice Collaborator (JC) serta sikapnya mengembalikan uang kepada KPK, sama sekali tidak berpengaruh dengan dalam kasus hukum yang sedang dijalaninya.

"(Menjadi saksi) semua saya ikuti termasuk ketika kakak saya (saat) disidangkan. Saya pun tidak menggunakan hak saya untuk mengundurkan diri walaupun hak itu diberikan oleh undang-undang, semua hanyalah untuk membantu KPK mengungkap kasus ini seterang-terangnya," ujarnya.

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui