Hukum

Choel: jaksa KPK merangkai cerita

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:51
15 JUN 2017
Dok. Choel Mallarangeng
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Andi Zulkarnaen Mallarangeng alias Choel Mallarangeng menuding jaksa KPK telah mengarang cerita saat membacakan tuntutan dalam perkara korupsi proyek Hambalang yang menjeratnya. 

"Setelah mengalami sendiri, begitu mudahnya JPU KPK merangkai-rangkai cerita yang memojokkan tanpa dasar faktual yang jelas. Serta begitu gampangnya mereka menarik interpretasi yang tak berimbang, maka saya kemudian jadi bertanya sendiri," katanya di pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Kemayoran, hari ini.

Choel juga mengkritik arogansi KPK lantaran aktor utama dalam kasus ini yakni mantan Sekjen Kemenpora, Wafid Muharram, dibiarkan berkeliaran bebas. Sementara dia yang berstatus sebagai pihak swasta dituntut hukuman maksimal.

"Sebuah kenyataan yang ironis dari KPK adalah membuat seseorang swasta penerima seperti saya sebagai Tersangka padahal pelaku utama, Wafid Muharram selaku pejabat negara yang melakukan perbuatan melawan hukum tindak pidana korupsi dengan mengumpulkan uang dari berbagai pihak malah berkeliaran bebas dan tidak dijadikan tersangka? Patut kita bertanya ada apa dengan KPK? Apa kabar keadilan di Negeri tercinta ini?," ujarnya

Lantaran arogansi JPU KPK itu, Choel meminta KPK untuk kembali ke koridor hukum.

"Mungkin sudah tiba saatnya bagi kita untuk mengingatkan KPK agar mawas diri serta terus berada di koridor hukum yang menjunjung tinggi prinsip keadilan dan kebenaran," ujarnya.

Di akhir Eksepsinyanya, Choel mengatakan bahwa tidak ada orang maupun lembaga (KPK, DPR, Kepolisian, Kementerian Dan lainnya) yang terlahir sempurna. Tidak ada pihak yang tidak pernah melakukan kekeliruan. oleh karenanya, secara pribadi ia mrmasrahkan keadilan kepada Majelis Hakim.

"Saya kini menyerahkan diri saya. Saya menyakini masih ada keadilan yang dapat saya temukan. Seperti kata orang bijak, always think of the goodness of the people Keinginan saya pribadi hanyalah mendapatkan keadilan dari penilaian Majelis Hakim yang setimpal dengan perbuatan saya. Namun jikalau boleh saya memohon kepada Yang Terhormat Majelis Hakim, hukumlah saya seringan-ringannya sejauh itu dimungkinkan oleh koridor hukum yang berlaku," harapnya.

Tidak lupa juga pada kesempatan itu ia mengucapkan rasa bangga dan terima kasih yang tak terhingga kepada keluarganya yang telah memberikan semangat dan dorongan.

"Saya juga memohon maaf dari hati yang terdalam atas semua yang telah terjadi. Hati kita harus bersih serta ikhlas untuk menerima apapun yang akan tiba. Terkadang, hidup membawa kita ke tempat yang tak terduga. Kita harus kuat dan tabah, sambil tetap mensyukuri kehidupan itu sendiri," ujarnya

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui