Hukum

Basuki sudah anggarkan suap Rp 2 miliar untuk MK

3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:37
19 JUN 2017
Dok. Basuki Hariman
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Staf Keuangan CV Sumber Laut Perkasa, Kumala Dewi Sumartono, mengakui bahwa perusahaannya telah menyiapkan uang senilai Rp 2 miliar untuk "MK" atas instruksi sekretaris CV Sumber Laut Perkasa, Ng Fenny.

Kumala Dewi Sumartono menyampaikan hal itu saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hari ini, sebagai saksi untuk terdakwa Basuki Hariman dan Ng Fenny dalam perkara suap hakim MK, Patrialis Akbar.

"Saya diperintahkan Bu Fenny untuk beli (menukarkan uang) Dollar Singapura dengan uang Rp 2 miliar," katanya.

Jaksa KPK sempat mengonfirmasi apakah MK yang dimaksud Kumala Dewi adalah inisial dari Mahkamah Konstitusi atau bukan. Dewi memastikan bahwa MK yang dimaksud adalah Mahkamah Konstitusi. "Saya baru tahu dari penyidik kalau MK itu Mahkamah Konstitusi," ujarnya.

Namun, MK yang dimaksudkan Mahkamah Konstitusi versi Kumala Dewi dibantah Ng Fenny. "MK itu Muhammad Kamaludin yang mulia (Bukan Mahkamah Konstitusi)," sergah Ng Fenny.

Dalam kesaksiannya, Kumala Dewi menceritakan bahwa perintah dari Ng Fenny datang melalui pesan WhatsApps Dewi.  Dalam percakapannya Ng Fenny meminta segera menukarkan uang tersebut dan ia pun sempat mengonfirmasi kesanggupannya untuk menukarkan uang dollar Singapura, kemudian ia pun langsung mengecek saldo keuangan di perusahaan. 

Setelah mengecek uang itu, dia bergegas menukarkan uang tersebut dengan menghubungi pihak money changer. "Saat itu money changer sampaikan, ada peraturan untuk beli money changer dalam sebulan hanya boleh beli USD 25 ribu, di luar itu harus lampirkan persyaratan," ujarnya.

Lantaran persyaratan tersebut dia kembali menghubungi Ng Fenny untuk menyampaikan peryaratan tersebut, setelah itu Fenny langsung persyaratan-persyaratannya. "Setelah memenuhi persyaratan kemudian saya beli (menukarkan) uang dollar singapura itu, jumlahnya SGD 211.360, nilainya hampir Rp1,9 miliar," jelasnya.

Setelah selesai bertransaksi iapun membawa keluar dan memfoto uang tersebut dan langsung dikirimkan ke sekretaris bos Basuki Hariman.

Setelah foto dikirim ia pun kembali diperintahkan untuk memasukan uang sebesar SGD 200 ribu itu ke dalam amplop dan sisanya agar disimpan di kantor. Kemudian ia juga diperintahkan untuk menemui karyawan CV Sumber Laut Perkasa, Sutiknyo.

Selanjutnya melalui sutiknyo inilah uang tersebut diantarkan ke tangan Ng Fenny. "Sutiknyo tiba sekitar Jam 6 sore di gedung UOB. saya kasih tahu saja ke dia bahwa ini tolong diberikan ke Ng Fenny," ujarnya

Dalam surat dakwaan kepada Basuki Hariman dan Ng Fenny, Kamaludin juga ikut dijanjikan mendapat Rp2 miliar. Kamaludin merupakan sosok yang mengenalkan Basuki dengan hakim MK Patrialis Akbar.

Basuki dan Ng Fenny didakwa memberi suap atau hadiah USD70 ribu, Rp 4,043 juta dan janji Rp2 miliar. Suap diberikan untuk memuluskan pengurusan uji materi perkara nomor 129/PUU-XIII/2015 terkait uji materi Undang-Undang nomor 41 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Keempat terdakwa berkomitmen untuk memenangkan perkara agar aturan impor berubah.

Terbaru
21 Juni 2017 | 22:32
Miryam disidangkan usai Lebaran
19 Juni 2017 | 19:27
KPK pertanyakan surat Pansus DPR
18 Juni 2017 | 10:36
KPK memanipulasi dukungan publik
16 Juni 2017 | 20:30
Masinton: KPK bohong
16 Juni 2017 | 16:13
Ratu Atut dituntut 8 tahun bui