Hukum

Choel Malaranggeng minta KPK seret Wafid Muharram dalam kasus Hambalang

5.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
07:01
07 JUL 2017
Choel Malaranggeng
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Andi Zulkarnain Mallarangeng alias Choel Malaranggeng meminta KPK untuk bersikap adil terhadap permasalahan hukum yang menjerat dirinya dan Kakak kandungnya, Andi Mallarangeng.

Choel mengatakan hal demikian lantaran Sekretaris Kemenpora, Wafid Muharram yang dinilainya sebagai pelaku utama suap proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor belum di tetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Padahal, dalam beberapa keterangan saksi telah menyebutkan bahwa Wafid ikut terlibat dalam perkara ini. 

"Mari sama sama kita kawal agar KPK melakukan tugas dengan baik kapan Wafid Muharram jadi tersangka agar tidak ada tebang pilih. Pelaku utama Hambalang harus dihukum tidak bisa selesai di saya saja," ujarnya usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Kamis (6/7/2017).

Selain itu, Choel juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi proses penegakan hukum di KPK khususnya mengenai penegakan hukum terhadap Wafid Muharram. Menurutnya, jika KPK tetap tak memprosesnya, masyarakat tentu sangat wajar mempertanyakan lembaga pimpinan Agus Rahardjo tersebut.

"Kalau tidak dihukum kita patut bertanya ada apa dengan KPK. Kalau saya, siap menerima, tidak akan banding, ikhlas menjalani hukuman atas kekhilafan saya," sambungnya.

Sebelumnya, Choel memastikan bahwa dirinya tidak akan banding dan akan menjalani hukuman tersebut.

Senada dengan Choel, Kuasa Hukum adik mantan Menpora, Luhut Pangaribuan menegaskan bahwa kliennya tidak akan mengajukan banding atas vonis hakim Pengadilan Tipikor.

"Sejak dakwaan dibacakan terdakwa tidak mengajukan eksepsi dan melakukan penyesalan. Sebenarnya kami berharap tidak dalam putusan yang demikian karena atas penerimaan uang itu, Andi kakaknya telah dihukum," ujarnya.

Terkait belum ditetapkannya Wafid Muharram sebagai tersangka oleh KPK, Luhut berharap agar Majelis menetapkan penyidik KPK untuk memprosesnya hingga ke pengadilan.

"Kami ada surat ada pelaku utama yang disebut saksi-saksi, pelaku utama itu Wafid Muharam. Kita minta majelis hakim memperintahkan dan menindaklanjuti kepada penyidik. Pelaku utama harus dibawa ke pengadilan," tandasnya.

Sebagai informasi, dalam kasus ini, Andi Alfian Mallarangeng alias Choel Mallarangeng divonis 3 tahun 6 bulan penjara, denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Menurut Majelis hakim, Choel terbukti bersalah menerima suap terkait proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor.

"Menyatakan terdakwa Andi Alfian Mallarangeng terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," ujarnya.

Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
18 Juli 2017 | 14:37
Sidang eksepsi Miryam ditunda
14 Juli 2017 | 13:27
KPK periksa Sandiaga Uno
13 Juli 2017 | 23:08
Nasdem dukung Perppu Ormas