Hukum

KPK bidik pemberi suap direktur PT PAL

3.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:23
11 JUL 2017
Dok: Jubir KPK, Febri Diansyah
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mencari siapa pemberi gratifikasi Direktur Utama PT PAL M Firmansyah Arifin, Direktur Keuangan Saiful Anwar dan Divisi Perbendaharaan Arief Cahyana.

Menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lembaganya memastikan akan terus mengusut perkara suap PT PAL hingga ke akar-akarnya.

"Tentu saja penerimaan uang tersebut menjadi salah satu konsen dari penyidik untuk melihat lebih lanjut siapa pihak pemberi nantinya," ujarnya, di Jakarta, Senin (10/07/2017).

Guna mencari siapa pelaku pemberi suap tersebut Menurut Febri KPK akan  mengumpulkan bukti-bukti dan memfokuskan pendalaman terlebih dahulu tiga tersangka itu

"Ada tiga tersangka, tentu saja kita fokus pada tiga tersangka ini (terlebih dahulu). Pembuktian yang paling utama dilakukan, pembuktian penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan. Sejauh ini kami fokus penerimaan yang terlebih dahulu," tambahnya.

Saat awak media menanyakan apakah KPK akan mendalami dugaan proyek lain, Febri mengatakan, penyidik akan menindaklanjutinya jika menemukan bukti petunjuk serta penerimaan lainnya.

"Dengan penyidikan ini, KPK mendalami indikasi penerimaan lain yang terkait dengan jabatan yang masih berada dalam ruang lingkup tiga tersangka tersebut. Apakah terkait jabatan itu ada proyek lain, tentu saja itu kita telusuri lebih jauh," kata Febri. 

Dalam kasus ini, Penyidik telah menyita uang sejumlah Rp 230 juta yang diduga sebagai gratifikasi yang diterima oleh ketiga tersangka dan penyidik akan terus mendalami penerimaan uang lainnya dalam perkara ini. 

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka ketiganya melanggar Pasal 12 B Undan-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Penetapan ketiga tersangka di atas merupakan pengembangan dari kasus penerimaan hadiah atau janji suap yang telah menjerat mereka soal fee agensi dari Ashanti Sales Incorporation (AS Inc) terkait penjualan dua kapal perang Strategi Sealift Vessel (SSV) kepada pemerintah Filipina.

"Sebelumnya, tiga tersangka ini, MFA, AC, dan SAR telah juga ditetapkan sebagai tersangka dalam indikasi menerima hadiah atau janji terkait penunjukkan AS Inc sebagai agen eksekusif PT PAL Indonesia dalam pengadaan kapal SSV untuk pemerintahan Filipina 2014-2017," kata Febri.

Dalam kasus suap fee agensi penjualan dua kapal perang dari AS Inc kepada petinggi PT PAL Indonesia ini, KPK telah menetapkan 4 orang tersangka, yakni Direktur Utama (Dirut) PT PAL Indonesia M Firmansyah Arifin; Direktur Keuangan PT PAL Indonesia Saiful Anwar; General Manager (GM) Treasury PT PAL Arief Cahyana; dan Direktur Umum PT Pirusa Sejati, Agus Nugroho selaku perantara suap AS Inc.

Suap ini terbongkar setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Petugas mengamankan uang sejumlah US$ 25,000 sebagai suap dari AS Inc untuk para pejabat PT PAL Indonesia.

Dalam perjanjian penjualan dua kapal SSV buatan PT PAL Indonesia tersebut, AS Inc mendapatkan fee sebesar 4,75% dari kontrak penjualan senilai US$ 86,96 juta. Tapi ternyata, 4,75% itu sudah mencakup fee untuk oknum pejabat PT PAL sejumlah 1,25%.

Atas perbuatan tersebut, KPK menyangka Agus selaku pemberi suap melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Untuk penerima suap, yakni Firmansyah, Arief, dan Saiful Anwar, KPK menyangkanya melanggar Pasal 12 huruf a dan b atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Sponsored
The Money Fight

Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
18 Juli 2017 | 14:37
Sidang eksepsi Miryam ditunda
14 Juli 2017 | 13:27
KPK periksa Sandiaga Uno
13 Juli 2017 | 23:08
Nasdem dukung Perppu Ormas