Hukum

Minta keringanan, Irman mengaku tulus berjuang sukseskan program e-KTP

4.2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:58
12 JUL 2017
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Terdakwa mega korupsi e-KTP, Irman meminta keringanan hukuman dari Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) karena menurutnya, dia telah berjuang secara maksimal dan tulus untuk menyukseskan program pengadaan KTP elektronik yang diklaimnya bermanfaat bagi rakyat dan negara.

"Agar program tersebut sukses, saya membentuk Korwil (koordinator wilayah) untuk semua provinsi di seluruh Indonesia, (yang) saya bagi menjadi lima korwil. Saya juga lakukan sosialisasi dan meyakinkan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia terkait manfaat adanya e-KTP," kata Irman dalam nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/07/2017).

Selain itu, Irman juga mengaku telah berusaha sekuat tenaga dan pikiran memberikan penjelasan kepada pemerintah pusat dan daerah agar bersedia memberikan anggaran tambahan untuk mendukung terlaksananya program tersebut.

"Saya memberikan penjelasan kepada pihak-pihak terkait di pusat tentang pentingnya e-KTP. Saya juga menyakinkan kepala daerah dan DPRD agar siap dan bertanggung jawab di masing-masing daerahnya, (saya juga meyakinkan) kepala daerah dan DPRD untuk bersedia memberikan anggaran tambahan seperti alat pendukung. (Terkait) pencairan dan penggunaan saya gak ikut campur dan saya serahkan pada KPA (kuasa pembuat anggaran) dan PA (pengguna anggaran)," ujarnya.

Selain kerja keras secara fisik dan pikiran, ia juga mengaku telah berjuang dengan cara memanjatkan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar program e-KTP berjalan lancar.

"Saya secara pribadi, setiap malam dan sehabis salat (selalu) berdoa dan secara periodik (juga) berdoa dengan anak yatim di kantor dan di kediaman saya guna menyukseskan program e-KTP," tambahnya

Irman melanjutkan bahwa dari proyek nasional itu, negara dan bangsa Indonesia telah menerima manfaat atas terlaksananya proyek e-KTP seperti "menyukseskan terselenggaranya Pemilu dan Pilkada, data untuk BPJS, rekening BRI, mandiri, BNI, BCA Korlantas, Komisi Yudisial dan Bareskrim. Khusus BRI, buka rekening otomatis tinggal tempel langsung keluar rek, buku bank," ujarnya.

Menurutnya, pemakaian e-KTP dengan data yang telah dilengkapi dengan rekaman sidik jari dan iris mata yang sudah tervalidasi sangat terjamin karena memiliki fondasi yang sangat kuat dalam pendataan dan menghindari tindak kriminalitas di Indonesia.

"Berkat kerja keras berbagai pihak dan pertolongan Allah di samping ada kelemahan dalam diri saya, rupanya program e-KTP telah beri manfaat pada penduduk, (dalam) Perkembangannya hasil program e-KTP telah merekam 173.300.119 jiwa yang pada saat itu jumlah penduduk Indonesia adalah 295 juta sekian dan ditarget sejumlah 182.588.499 jiwa," tegasnya.

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
18 Juli 2017 | 14:37
Sidang eksepsi Miryam ditunda
14 Juli 2017 | 13:27
KPK periksa Sandiaga Uno
13 Juli 2017 | 23:08
Nasdem dukung Perppu Ormas