Hukum

Fahd El Fouz didakwa terima suap proyek Al Quran Rp14 miliar

4.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:20
13 JUL 2017
Fahd El Fouz
Reporter
Ahmad Alfi Dimyati
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq didakwa telah menerima suap Rp14,39 miliar dari Direktur PT Sinergi Pustaka Indonesia Abdul Kadir Alaydrus terkait dua proyek pengadaan di Kementerian Agama pada 2011-2012. 

Menurut jaksa KPK, Lie Putra Setiawan, Fahd menerima uang itu secara bertahap.

"Beberapa kali menerima uang dengan masing-masing sejumlah Rp4,74 miliar, Rp9,25 miliar, dan Rp 400 juta dari Abdul Kadir Alaydrus," kata Lie saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (13/07/2017).

Diduga Fahd melakukan korupsi atas bantuan mantan anggota Badan Anggaran (Banggar), Zulkarnain Jabbar alias Zulkarnaen guna memuluskan PT Sinergi Pustaka Indonesia sebagai pemenang.

Selain itu, Fahd juga disebut secara bersama-sama dengan Zulkarnaen dan Dendy Prasetia memuluskan PT Batu Karya Mas sebagai pemenang lelang pengerjaan pengadaan laboratorium komputer MTs tahun anggaran 2011.

Sementara untuk PT Adhi Aksara Abadi Indonesia sengaja dijadikan sebagai pemenang dalam pekerjaan pengadaan Alquran dengan APBN perubahan tahun 2011-2012.

"Padahal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah (uang) tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yaitu terdakwa mengetahui atau patut menduga bahwa pemberian uang tersebut karena Zulkarnain Jabbar selaku anggota Banggar DPR bersama-sama dengan terdakwa dan Dendy Prasetia," ujar Jaksa. 

Pada September 2011, Zulkarnain mengadakan pertemuan dengan Fahd dan Dandy. Zulkarnain pun menginformasikan adanya proyek pengadaan laboratorium komputer Madrasah Tahun Anggaran 2011 dan pengadaan Kitab suci Alquran dengan anggaran perubahan tahun 2011 dan tahun 2012 di Kemenag.

Dalam kesempatan itu, Zulkarnain meminta Fahd dan Dendi untuk mengecek dan mengumpulkan informasi tersebut dan memintanya agar menjadi broker atau perantara proyek Kemenag tersebut.

Atas permintaan itu, Fahd pun mengajak Vasko Ruseimy, Syamsurahman dan Rizky Mulyoputro untuk ikut menjadi perantara dengan imbalan uang berdasarkan nilai pekerjaan proyek tersebut.

Untuk proyek pengadaan laboratorium komputer di MTS, Fahd menerima jatah fee sebesar 3,25 persen dari nilai total sebesar Rp31,2 miliar.

Sementara untuk proyek pengadaan Al Quran, ketua umum DPP KNPI itu menerima uang Fee sebesar 5 Persen dari nilai total proyek sebesar Rp22 miliar ditahun 2011.

"(Kemudian) fee dari pekerjaan pengadaan Al Quran tahun anggaran 2012 dengan nilai sekitar 50 miliar, Fahd mendapat 3,25 persen," ucap jaksa.

Sekedar informasi perkara ini muncul dari pengembangan perkara sebelumnya yang sudah inkracht, yaitu terhadap dua terpidana, Zulkarnain dan Dendy.

Zulkarnain sendiri oleh Majelis Hakim dijatuhkan vonis selama 15 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider satu bulan kurungan.

Sementara untuk anak Zulkarnaen, Dendy, Majelis Hakim menjatuhkan vonis delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider satu bulan kurungan.

Akibat perbuatannya tersebut, Fahd didakwa melanggar Pasal 12 huruf b jo Pasal 18 atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP dan Pasal 65 KUHP.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
20 Juli 2017 | 07:56
Peradi dukung Perppu Ormas
19 Juli 2017 | 14:56
Upaya Yusril selamatkan HTI
19 Juli 2017 | 11:56
Alasan pemerintah bubarkan HTI
19 Juli 2017 | 10:59
Kemenkumham resmi bubarkan HTI
18 Juli 2017 | 14:37
Sidang eksepsi Miryam ditunda
14 Juli 2017 | 13:27
KPK periksa Sandiaga Uno
13 Juli 2017 | 23:08
Nasdem dukung Perppu Ormas