Keamanan

Pemerintah hidupkan kembali sistem POA orde baru

2.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:44
06 JAN 2017
Dok. Wiranto
Reporter
Andika Dwi Annur
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah akan menghidupkan kembali tim pengawas orang asing (POA) seperti di era orde baru yang berada di bawah Polri, kata Menko Polhukam Wiranto.

Pembentukan tim itu, kata Wiranto, sudah disepakati dalam rapat koordinasi khusus bersama sejumlah menteri.

"Dulu dengan adanya UU imigrasi yang baru, POA itu dibubarkan, dihapuskan," ujar Wiranto di Kantor Menkopolhukam, Jakarta, hari ini.

Tenaga kerja asing, terutama asal RRC menjadi sorotan masyarakat. Meskipun sudah diklarifikasi oleh Presiden Joko Widodo, tapi isu tenaga kerja asing tetap bergulir di media sosial. Menurut Jokowi, tenaga kerja asal Cina yang masuk ke Indonesia, hanya 21 ribu orang. Jumlah tersebut, jauh lebih sedikit dibanding dengan TKI yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi ,dan negara lainnya. 

Wiranto menjelaskan, pemerintah akan merumuskan memonitor pergerakan orang asing yang masuk ke Indonesia sehingga, mereka tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

"Kami putuskan akan kami bangun kembali (POA)," tandasnya.

Selama ini, pengawasan terhadap orang asing belum maksimal. "Hanya mengawasi yang waktu masuk, kemudian ke Jakarta, tinggal dimana, tatkala dia bergerak. Jakarta ke Surabaya sudah lepas kontrol," ujar Wiranto.

Mantan Ketua Umum Hanura ini menambahkan, ke depan pengawasan orang asing tidak hanya dilakukan terpusat. Pemerintah daerah akan diberdayakan kembali untuk melakukan pengawasan.

Wakapolri Komjen Pol Syafruddin mengatakan, tim pengawas sudah dibubarkan sejak lima tahun lalu. "Dari 2011, sekarang mau dibangkitkan lagi. Keputusan rapat," katanya.

Menyoal tenaga kerja asing, polisi akan menindak tegas bila mereka terbukti ilegal apalagi melakukan pelanggaran hukum. "Justru itu kalau ilegal kita tindak. Ilegal itu melakukan kriminalitas, tindak pidana," tandasnya.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
16 Januari 2017 | 22:03
TNI AD terima dua unit heli serbu
14 Januari 2017 | 14:00
Australia deportasi nelayan NTT
12 Januari 2017 | 18:46
Jokowi kantongi nama calon KSAU
12 Januari 2017 | 16:45
"Kalau mau, ISIS kita belanegarakan"
Keamanan
Berita Terkait