Keamanan

Soal ancam bunuh pengungsi Cina, TNI tak mau tanggapi media Australia

15K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:43
09 JAN 2017
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Antara
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kepala Pusat Penerangan Umum TNI, Mayjen Wuryanto, menolak menanggapi pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang diberitakan oleh media Australia mengancam akan membunuh pengungsi RRC.

"Kami tidak mau tanggapi apa pun pemberitaan dari media Australia," kata Wuryanto saat dikonfirmasi RImanews, hari ini.

Berita ABC berjudul “Footage of Indonesia's military chief shows a speech in which he comments about Chinese refugees” Jumat lalu, mengutip pernyataan Gatot di acara pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa Nasional Indonesia di Universitas Trisakti, Jakarta, 11 November silam. Menurut Gatot, bila orang-orang Cina datang ke Indonesia, mereka akan datang melalui laut dan ketika mereka berada di tengah laut, dia akan memotong 10 sapi di tengah laut sehingga akan membuat hiu berdatangan.

Di acara itu, Gatot secara umum memaparkan potensi ancaman terhadap Indonesia termasuk yang datang dari RRC untuk memperebutan sumber daya alam dan pangan. Pada menit 19.47, dia menjelaskan, kekurangan pangan di RRC akan menyebabkan jutaan warganya akan mengungsi ke kawasan Asia Tenggara.

Menurut Gatot, Menteri Pertahanan Malaysia telah memberitahu dia bahwa khawatir dengan kemungkinan tersebut, dan Menhan Malaysia mengatakan tidak akan bisa menghentikan gelombang pengungsi tersebut. Sementara Gatot menyatakan tidak khawatir dengan ancaman itu.

"Kita tidak ingin terjadi polemik," kata Wuryanto.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
26 Mei 2017 | 10:31
Terorisme tak punya agama