Keamanan

Unjuk rasa Papua Merdeka diwarnai pendobrakan pintu KJRI Melbourne

2.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:52
11 JAN 2017
Unjuk rasa Papua Merdeka di depan KJRI Melbourne, Australia. Foto: Erwin Renaldi/ABC
Editor
Febrianto
Sumber
ABC

Rimanews - Sekitar 30 orang lebih dari simpatisan gerakan seperatis Papua Barat berunjuk rasa, hari ini, di kantor KJRI Melbourne. Seorang diantaranya ditahan polisi.Melbourne

Kepolisian Victoria menahan satu pengunjuk rasa dan memasukkannya ke dalam mobil polisi, karena melumuri dinding gerbang kantor KJRI dengan cat merah.

Pada Jumat (6/1), bendera separatis Papua Merdeka, Bintang Kejora, dikibarkan di kantor KJRI Melbourne, Australia, sekitar pukul 12.52 waktu setempat. Pengibaran dilakukan saat para staf KJRI sedang melakukan salat Jumat. Pelakunya diduga dua orang tak dikenal, kemungkinan dari etnis Kaukasia.

Sebelum unjuk rasa dimulai, polisi telah berulang kali memperingatkan pengunjuk rasa untuk tidak menghalangi jalan umum, tidak mengotori, dan merusak properti milik umum atau pun pribadi.

Dalam hukum di negara bagian Victoria, tindakan menerobos properti orang lain bisa dituntut dengan hukuman maksimal enam bulan penjara dan denda senilai $2.500, atau lebih dari Rp 25 juta.

Sebelum menahan satu orang, satu orang wanita poengunjuk rasa mencoba mendobrak gerbang kantor KJRI sambil meneriakkan "free West Papua". Anggota polisi Victoria dengan sigap langsung menggotong pelaku sambil meminta keterangan, sebelumnya akhirnya pengunjuk rasa tersebut dibebaskan.

Unjuk rasa yang diberi nama Rally for West Papua digelar sejak pagi di depan kantor KJRI Melbourne di kawasan Albert Park.

Disebutkan acara ini digelar oleh organisasi People Need Houses, yang secara rutin mengkampanyekan masalah tunawisma dan perumahan sosial di Australia.

Unjuk rasa disebutkan ada 159 orang tertarik untuk datang dan 572 orang yang diundang. Dari pantauan di lapangan, ada 30 orang lebih yang hadir ke unjuk rasa tersebut.

Namun kemudian di lapangan tidak diketahui pasti siapa yang menggelar unjuk rasa di kantor KJRI yang berada di kawasan Queens Road, tersebut.

Tidak ada pula yang mengaku datang dari organisasi People Need Houses.

"Saya datang kesini setelah mendapat telepon dari teman akan ada unjuk rasa. Sepertinya ini dari beberapa organisasi saja," ujar salah seorang yang datang ke unjuk rasa, seperti dikutip dari ABC Australia Plus Indonesia.

Mereka mulai menggelar unjuk rasa dengan membentangkan beberapa spanduk sekitar pukul 11:00 pagi waktu Melbourne.

Unjuk rasa dimulai dengan menyanyikan beberapa lagu, diantaranya terdengar dalam bahasa Papua.

Jacob Rumbiak, dari organisasi United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dalam orasinya mendukung seorang warga Australia naik ke atas gedung kantor KJRI Melbourne pekan lalu (6/11) dan membentangkan bendera kelompok separatis Papua.

Jacob adalah aktivis asal Papua Barat yang telah mengasingkan diri di Australia, setelah menjadi tahanan politik selama sepuluh tahun di Indonesia.

Ada sekitar lima orang yang memberikan orasi dalam unjuk rasa tersebut, termasuk seorang pengunjuk rasa yang merujuk pada insiden baru-baru ini di pusat pelatihan militer Australia di Perth dengan penyebutan 'Pancagila' yang dikaitkan dengan persepsi dirinya soal apa yang terjadi di Papua Barat.

Sekitar pukul 12:00 unjuk rasa selesai, ditutup dengan menyanyikan sejumlah lagu bersama sambil meneriakkan slogan "Papua Merdeka", dan salah satu pengunjuk rasa berteriak, "jangan lupa, teriakkan juga Maluku merdeka".

Terbaru
24 Januari 2017 | 06:00
Bara Indonesia di konflik Darfur
16 Januari 2017 | 22:03
TNI AD terima dua unit heli serbu
14 Januari 2017 | 14:00
Australia deportasi nelayan NTT
12 Januari 2017 | 18:46
Jokowi kantongi nama calon KSAU
12 Januari 2017 | 16:45
"Kalau mau, ISIS kita belanegarakan"
Keamanan
Berita Terkait