Keamanan

Menhan bela Panglima TNI hentikan kerjasama dengan Australia

10.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:29
12 JAN 2017
Dok. Ryamizard Ryacudu
Reporter
Andika Dwi Annur
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membela sikap tegas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menghentikan kerjasama militer dengan Australia karena pelecehan Pancasila.

"Dalam sapta marga itu membela pancasila. Begitu pancasila dilecehkan, tentu dia marah," ujar Ryamizard di Kemenhan, Jakarta Pusat, hari ini.

TNI menghentikan sementara kerjasama dengan militer Australia menyusul protes anggota Kopassus mengenai poster pelatihan yang bernada penghinaan yang ditempelkan di markas pasukan komando Australia, SAS di Perth berkenaan dengan Papua Barat. Namun, Menko Polhukam Wiranto meluruskan, bahwa hanya kerjasama program pelatihan bahasa saja yang dihentikan. Penghentian kerjasama itu, menurut Wiranto, hanya bersifat sementara dan akan dilanjutkan kembali setelah Australia melakukan langkah-langkah penyelesaian dari kasus yang terjadi. 

Ryamizard mengatakan, negara manapun akan bereaksi bila dilecehkan, dan Panglima TNI menurutnya mengambil sikap tersebut secara spontan karena kecintaannya kepada negara.

"Kami mendukung pembela ideologi negara dan tidak mengenal menyerah. Kalau saya enggak ada masalah dengan sikap Panglima," katanya.

Kendati demikian, Ryamizard berharap penghentian kerjasama itu tidak merusak hubungan antara kedua negara. 
Dia, bahkan mengaku sudah dihubungi oleh Menteri Pertahanan Australia Marise Payne. "Kami sama-sama berikan petunjuk, saya kepada prajurit, Menhan Australia kepada pasukannya, jangan terjadi lagi yang seperti ini," kata dia

Terbaru
18 Februari 2017 | 17:50
Bank Riau Kepri diserang bom molotov
16 Februari 2017 | 17:16
Kabar Rapim TNI di Istana hoax
15 Februari 2017 | 07:43
Kapolri pantau TPS di Jakarta Selatan
9 Februari 2017 | 23:19
Dermaga TNI AL di Ambon dipindah
31 Januari 2017 | 20:03
Densus tangkap tiga teroris
25 Januari 2017 | 11:07
Kapolri minta waspadai Trump effect
24 Januari 2017 | 06:00
Bara Indonesia di konflik Darfur
Keamanan