Keamanan

Eks pejabat Kemenkeu terlibat ISIS berhenti sejak 2016

54.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:34
27 JAN 2017
Dok. bendera ISIS
Editor
Sumber
setkab.go.id

Rimanews - Kementerian Keuangan membenarkan bahwa pria berinisial TU yang dideportasi dari Turki karena terlibat Islamic State of Iraq and Syria adalah mantan pegawai di Kemenkeu dengan pangkat terakhir III/C dan sudah berhenti atas permintaan sendiri.

"Pada Februai 2016 yang bersangkutan mengajukan pengunduran diri sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenkeu," kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, dalam siaran persnya hari ini.

TU, dan empat orang lainnya dideportasi dari Turki, tiga hari lalu melalui Bali, dan kini telah berada di Jakarta. Kelima WNI asal Cilincing, Jakarta Utara itu meninggalkan Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 15 Agustus 2016 menuju Thailand untuk selanjutnya terbang ke Turki. Kemudian, mereka ditangkap aparat keamanan Turki pada 16 Januari 2017 sekitar pukul 15.00 waktu setempat setelah digerebek di kediaman mereka. 

Nufransa mengatakan, TU mengundurkan diri karena alasan ingin mengurus pesantren anak yatim di Bogor. "Sejak saat itu yang bersangkutan tidak dapat dihubungi," kata Nufransa.

Pemberhentian TU, menurut Nufransa, berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan (KM) Nomor: 759/KM.1/UP.72/2016. “Terhitung sejak diberhentikan, segala kegiatan dan ativitasnya tidak dapat lagi dihubungkan dengan Kemenkeu, dan menjadi tanggung jawab pribadi yang bersangkutan," jelas Nufransa.

Kementerian Keuangan, lanjut Nufransa, tidak memberikan bantuan hukum kepada yang bersangkutan, menjunjung asas praduga tidak bersalah, dan menghormati proses penegakan hukum yang dilaksanakan oleh Kepolisian.

Sponsored
The Money Fight

KATA KUNCI : , ,
Keamanan