Keamanan

Panglima TNI maafkan militer Australia

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:10
09 FEB 2017
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo bersama Chief of the Australian Army Letnan Jenderal Angus Champbell
Reporter
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memaafkan militer Australia atas insiden penghinaan terhadap Pancasila sebagai lambang negara, kala Chief of the Australian Army, Letnan Jenderal Angus Champbell menemuinya di Mabes TNI Cilangkap, kemarin.

"Persatuan dan persahabatan sangat diperlukan bagi negara bertetangga dengan tidak mengenyampingkan perbedaan yang ada," kata Gatot saat di dalam keterangan pers yang diterima Rimanews, hari ini.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah membatalkan kerja sama dan latihan militer dengan Australia menyusul penemuan beberapa materi penghinaan terhadap Indonesia dan Pancasila di pangkalan militer di Perth, Australia. Pelatihan militer Australia memuat kritik terhadap perilaku masa lalu militer Indonesia pada 1965 atau invasi Timor Timur.

Gatot menerangkan, sikap Indonesia terhadap militer Australia sebelumnya merupakan wujud dari menjaga dan menghormati konstitusi yang ada. Bukan hal berlebihan ketika ada yang menghina negara, maka TNI akan bereaksi.

“Pancasila merupakan ideologi negara Indonesia maupun bagi seluruh rakyat, sehingga rakyat Indonesia rela mati untuk membela ideologinya, apalagi bagi seorang prajurit TNI, hal itu sangat sensitif dan menyakitkan,” tegas Panglima TNI.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Mulyono, Champbell mengatakan, militer Australia telah melakukan investigasi insiden yang terjadi pada lembaga pendidikan bahasa Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat Australia, antara lain penyampaian rasa penyesalan yang mendalam dan permohonan maaf dari Panglima Angkatan Bersenjata dan Kepala Staf Angkatan Darat  Australia atas insiden tersebut.

“Australian Defence Force juga menerapkan sanksi tegas kepada seluruh personel yang terlibat dan bertangggung jawab atas kejadian tersebut, yang berdampak terhadap karier mereka,” katanya.

Usai pertemuan, Gatot menyampaikan belum mengambil keputusan atas kelanjutan hubungan kerja sama militer antar kedua negara. Dirinya akan berdiskusi dengan menteri pertahanan dan menteri luar negeri, selanjutnya bersama-sama akan melaporkan kepada Presiden Joko Widodo.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
28 April 2017 | 23:38
TNI tangkap imigran asal Somalia
26 April 2017 | 18:49
87 perwira tinggi TNI dimutasi