Keamanan

Kapolda Metro: tangkap pelaku politik uang

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:37
11 FEB 2017
Dok. Kapolda Metro Jaya, Irjen M. Iriawan dan Pangdam Jaya, Mayjen Teddy Lhaksmana
Reporter
Sumber
Antara

Rimanews -  Kapolda Metro Jaya, Irjen  M. Iriawan, memerintahkan aparatnya menangkap semua pelaku politik uang yang berkeliaran menjelang Pilkada DKI Jakarta, 15 Februari 2017. 

"Intelijen dapat informasi akan ada politik uang. Amankan, tangkap semua pelaku yang melakukan politik uang," kata Iriawan, pada apel kesiapsiagaan pengamanan tahap pemungutan suara dalam rangka Pilkada Serentak 2017, di Monas, Jakarta, Sabtu.

Tiga pasangan calon akan memperebutkan suara warga DKI Jakarta untuk jabatan gubernur pada Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung, 15 Februari mendatang. Data dari KPU Jakarta menyebutkan, Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu pada Pilkada DKI 2017 mencapai 7.439.149 jiwa, sementara data dari hasil pencocokan dan penelitian mencapai 7,1 juta pemilih.

Iriawan menyatakan, Polda Metro juga berkoordinasi dengan Badan Pengawas Pemilu DKI Jakarta. Dalam pengamanan Pilkada 2017, polisi menjadi penjuru dengan sokongan dari TNI dan instansi lain.  "Tidak boleh dikotori politik uang. Media tulis ini: Jangan coba-coba melakukan politik uang di Jakarta, kami akan proses hukum yang coba melakukan itu," ujar Iriawan. 

Dia meminta semua anggotanya mendeteksi dini segala ancaman dan gangguan yang ada, pun intimidasi, politik uang, manipulasi kecurangan dalam berbagai bentuk oleh partai politik tertentu.

Iriawan juga mengingatkan semua jajaran pengamanan Pilkada 2017 menjaga netralitas, tidak terlibat politik praktis karena hal itu bisa menurunkan kepercayaan masyarakat. Personel TNI dan Kepolisian Indonesia tidak memiliki hak memilih berdasarkan undang-undang dan harus netral dalam semua Pemilu dan Pilkada di Indonesia. 

Polisi dengan dukungan TNI, menurut dia, juga akan mengamankan dan mengawal hasil perhitungan suara. Mulai dari proses pengiriman dari PPS ke TPS, dari panitia pemilihan kecamatan hingga ke KPUD DKI Jakarta.

"Saya minta diamankan, dikawal. Saya juga minta Bintara Pembina Desa ikut mengawal, tidak ada TNI mendekat ke TPS, saya yang tanggung jawab," ujar Iriawan.

Anggota TNI, kata dia, akan ikut mengawasi dengan peralatan nonsenjata di TPS dengan tujuan mengamankan Pilkada DKI Jakarta 2017.

Terbaru
10 April 2017 | 09:15
TNI AU gelar Indonesian Air Games
4 April 2017 | 15:25
Imigrasi usir 7 pekerja Cina
31 Maret 2017 | 03:44
Hari ini FUI gelar aksi 313