Keamanan

Kabar Rapim TNI di Istana hoax

1.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:16
16 FEB 2017
Kapuspen TNI Mayjend Wuryanto (Foto:TNI)
Reporter
Stefanus Yugo
Sumber
Rimanews

Rimanews - TNI menyatakan kabar di media sosial tentang adanya Rapat Pimpinan TNI di Istana yang dihadiri para perwira tinggi TNI, 13 Februari silan dan tidak dihadiri oleh Panglima TNI  adalah kabar bohong atau hoax. 

Demikian dikatakan Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, hari ini.
 
"Benar bahwa ada acara pertemuan para Pati TNI dengan Presiden Joko Widodo, namun acara tersebut bukan suatu rapat apalagi Rapim," kata Wuryanto.

Foto pertemuan antara presiden Joko Widodo dengan perwira tinggi TNI di Istana beredar di media sosial. Namun, dalam foto itu tidak terdapat wajah Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Mantan Kasum TNI Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo juga mengunggah foto itu, di akun Facebooknya 13 Februai 2017 pukul 13.54. Suryo menuliskan keterangan: Pertama Kali dalam Sejarah. Postingan Suryo itu dibagikan oleh 1.244 pengguna Facebook. Saat Rimanews mengklarifikasi postingan tersebut, Suryo Prabowo tak menjawab. Panggilan telepon dan pesan singkat Rimanews belum dibalas.

Menurut Wuryanto, para perwira tinggi TNI tersebut dipanggil presiden karena baru naik pangkat yang keputusannya ditandatangani presiden.
 
Pertemuan antara presiden dengan para panglima tinggi merupakan tindak lanjut dari kebijakan presiden, bahwa semua perwira TNI yang naik pangkat menjadi perwira tinggi melaksanakan laporan korp kepada presiden di Istana. "Sangat aneh kan seorang presiden yang menandatangani kenaikan pangkat Perwiranya tidak kenal dan tidak tahu apa yang ditandatangani, apalagi beliau berlatar belakang sipil, tetapi beliau adalah panglima tertinggi TNI yang memegang kekuasaan tertinggi atas  AD, AL dan AU," kata dia.
 
Karena itu, menurut Wuryanto, semua Pati yang naik pangkat di panggil ke istana untuk sekadar kenal, dan ramah tamah.
 
Kegiatan ramah tamah tersebut merupakan, kata Wuryanto, merupakan bentuk perhatian dan penghargaan yang luar biasa dari seorang Presiden RI terhadap TNI. 

"Jadi jangan diartikan kegiatan pertemuan tersebut sebagai rapat, Rapim atau kegiatan lain," ujarnya. 
 
Lagipula, kegiatan ramah-tamah itu bukan yang pertama kali, namun sudah berulangkali setiap ada kenaikan pangkat Pati TNI. "Pasti ada acara ramah-tamah dan kenal dengan presiden," kata dia.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 07:40
Komandan Paspampres segera diganti
22 Februari 2017 | 20:35
TNI AL gelar Apel Komandan Satuan
21 Februari 2017 | 18:06
Aksi 212 jilid II berjalan aman
18 Februari 2017 | 17:50
Bank Riau Kepri diserang bom molotov
16 Februari 2017 | 17:16
Kabar Rapim TNI di Istana hoax
15 Februari 2017 | 07:43
Kapolri pantau TPS di Jakarta Selatan
9 Februari 2017 | 23:19
Dermaga TNI AL di Ambon dipindah
31 Januari 2017 | 20:03
Densus tangkap tiga teroris