Keamanan

Polisi lepas 10 pengunjuk rasa Kedubes Arab Saudi

1.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
15:28
03 MAR 2017
Dok. Kombes Argo Yuwono
Reporter
Sumber
Rimanews

Rimanews - Polda Metro Jaya melepas pengunjuk rasa yang ditangkap saat berunjuk rasa menuntut Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz membebaskan sejumlah TKW yang terancam hukuman pancung, di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta Selatan, kemarin.

"10 orang sudah dipulangkan. Kemarin dibubarkan karena tidak ada pemberitahuan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, hari ini. 

Unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Arab Saudi kemarin dilakukan sejumlah aktivis Buruh Migran dari Serikat Buruh Migran Indonesia, Keluarga Besar Buruh Migran Indonesia (Kabar Bumi), LBH Jakarta, LBH Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan dan Walhi. Dalam aksinya, para aktivis, memprotes, tentang tidak adanya kepedulian pemerintah terhadap buruh migran. Dari 10 nota kesepahaman yang ditandatangani oleh pemerintah Indonesia dan Arab Saudi, tidak satupun yang membicarakan buruh migran. Mereka juga menuntut, pemerintah Arab Saudi membebaskan Rusmini, buruh migran yang terancam hukuman pancung karena dituding menyantet majikannya. Aksi itu dibubarkan paksa oleh polisi. Sebanyak 10 aktivis ditangkap.

"Kami tidak menahan. Kalau dibubarin terus ngeyel bagaimana? Kalau masih ngeyel ya kami amankan," kata Argo.

Penangkapan itu, kata Argo sesuai dengan pasal 16 Undang-undang (UU) RI Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

Terbaru
28 April 2017 | 23:38
TNI tangkap imigran asal Somalia
26 April 2017 | 18:49
87 perwira tinggi TNI dimutasi
10 April 2017 | 09:15
TNI AU gelar Indonesian Air Games
4 April 2017 | 15:25
Imigrasi usir 7 pekerja Cina