Kriminal

11 warga asal RRC terjaring razia BNN

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:24
28 DES 2016
Dok: Warga negara asing terjaring razia. Foto: Antara
Editor
Febrianto
Sumber
Antara

Rimanews - Sebanyak 11 warga negara asing (WNA) asal RRC terjaring razia yang digelar Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Cilacap saat sedang berkaraoke di salah satu tempat karaoke, Cilacap, Jawa Tengah.

Dalam razia narkoba yang digelar pada Selasa (27/12) malam hingga Rabu dini hari itu, petugas BNN yang dipimpin langsung Kepala BNN Kabupaten Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Edy Santosa mendatangi dua pusat kebugaran dan empat tempat karaoke terbesar di kota Cilacap.

Dua pusat kebugaran yang disambangi petugas BNN Kabupaten Cilacap terdiri atas Paragon Healthy And Executive Spa dan Relique Executive Spa, sedangkan empat tempat karaoke yang turut dirazia terdiri atas Paradiso, Executive Club, Sapphire, dan Infinity.

Di setiap tempat tersebut, petugas meminta seluruh pengunjung, terapis, karyawan, dan pemandu lagu untuk menjalani tes urine.

Sementara saat merazia Executive Club, petugas menjumpai 11 WNA asal RRC yang sedang berkaraoke di tempat itu.

Saat diperiksa oleh petugas, 11 WNA yang merupakan tenaga kerja asing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Karangkandri itu tidak membawa dokumen keimigrasian seperti paspor dan Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas).

Salah seorang WNA yang bisa berbahasa Indonesia mengatakan bahwa dokumen keimigrasian mereka tidak dibawa dan akan segera memfotokopinya untuk diserahkan ke BNN Kabupaten Cilacap.

Kendati demikian, petugas BNN Kabupaten Cilacap tetap berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi Cilacap terkait permasalahan tersebut.

"Kami meminta petunjuk kepada Kantor Imigrasi terkait adanya warga negara asing yang tidak membawa identitas diri (dokumen keimigrasian) karena yang namanya identitas diri harus melekat pada dirinya masing-masing. WNA yang bisa berbahasa Indonesia menyatakan akan menyerahkan foto kopi Kitas dan paspor pagi ini untuk ditindaklanjuti," jelas Kepala BNN Kabupaten Cilacap AKBP Edy Santosa, seperti yang dikutip dari Antara.

Terkait hasil pemeriksaan urine di seluruh lokasi, dia mengatakan secara keseluruhan tercatat lebih dari 100 orang yang menjalani pemeriksaan urine.

Dari jumlah tersebut, kata dia, dua orang di antaranya diketahui positif mengonsumsi metamfetamin yang diduga sebagai sabu-sabu.

Menurut dia, dua orang yang positif metamfetamin itu merupakan perempuan pemandu lagu dan selanjutnya dibawa ke Kantor BNN Kabupaten Cilacap untuk dilakukan pendalaman dan penaksiran (assessment).

KATA KUNCI : , , , , , , ,
Terbaru
25 Februari 2017 | 01:49
Pria curi kotak amal masjid
24 Februari 2017 | 23:51
Maling motor dipukuli warga Bekasi
24 Februari 2017 | 02:43
Perampok satroni rumah pegawai KUA
24 Februari 2017 | 02:03
Wanita buka layanan pesan-antar miras
24 Februari 2017 | 01:49
Mantan anggota DPRD tipu calon PNS
24 Februari 2017 | 00:02
Wartawan ditangkap tim saber pungli
23 Februari 2017 | 01:05
Dua remaja perempuan curi motor
22 Februari 2017 | 04:48
Anggota polisi dan PNS edarkan sabu
22 Februari 2017 | 02:47
Tukang bakso cabuli murid SD
22 Februari 2017 | 02:11
Dua pria pesta sabu di kantor desa
22 Februari 2017 | 01:51
Ayah dan anak curi rokok
21 Februari 2017 | 02:54
Pemuda cabuli bocah di sawah
20 Februari 2017 | 23:56
ABG digilir sembilan pemuda
19 Februari 2017 | 02:36
Jhonni ditikam di pesta pernikahan
18 Februari 2017 | 03:51
Buruh perkosa siswi SMA
18 Februari 2017 | 03:02
Nenek dihipnotis di angkot
18 Februari 2017 | 01:43
Ibu rumah tangga aniaya anak tiri
17 Februari 2017 | 04:06
Curi HP, pria dipukuli di Rumah Sakit
Berita Terkait