Kriminal

Polisi selidiki pembantaran kasus "Kapten" rampok Pulomas

3.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:57
30 DES 2016
Polisi menangkap pelaku perampokan Pulomas
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Polisi akan menyelidiki pembantaran kasus Ramlan Butar Butar, kepala rampok di Pulomas, Jakarta Timur, dalam kasus perampokan di Depok pada 2015 lalu. 

"Akan diselidiki secara internal. Di mana tugas dan tanggung jawab penyidik," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri di Jakarta, seperti dilansir Antara, hari ini.

Kejaksaan Agung menuding kepolisian menahan berkas Ramlan, meskipun berkasnya sudah dinyatakan lengkap sejak 2015 dalam perampokan di Depok, Jawa Barat.

Ramlan seharusnya berada di penjara bersama dua anak buahnya, Johny Sitorus dan Posman Sihombing, setelah mereka ditangkap anggota Polres Depok karena perampokan dan penyekapan di rumah warga negara Korea Selatan, pada 12 Agustus 2015.

Menurut Kepala Seksi Tindak Pidana Umum dari Kejaksaan Negeri Kota Depok, Priatmaji, saat itu penyidik kepolisian menjerat Ramlan, Johny Sitorus dan Posman Sihombing dengan Pasal 365 ayat 2 atas kasus pencurian dengan kekerasan yang ancamannya paling lama 12 tahun penjara.

Tapi yang ditangkap dan diadili di PN Depok hanya Johny Sitorus dan Posman Sihombing, padahal ketika itu penyidik kepolisian menyatakan Ramlan sebagai otak kasus itu. 

Martinus menjelaskan, seorang pelaku kejahatan dalam status apa pun harus selesai dalam proses penegakkam hukum. "Harus dikirim ke jaksa, kemudian dilakukan penuntutan, dan pemidanaan. Sering sekali memang pelaku, misalnya dia tersangka dan dibantarkan itu persoalan lain," tuturnya.

Dia menegaskan, Polri secara internal akan menyelidiki pembantaran Ramlan Butarbutar tersebut.

"Secara internal akan kami lakukan penyelidikan, kenapa itu terjadi. Yang pasti dalam proses administrasi yang bersangkutan dibantarkan dan DPO itu benar. Tetapi kenapa tidak dicari? Itu persoalan beda lagi," ucap Martinus.

Terbaru
24 Februari 2017 | 02:43
Perampok satroni rumah pegawai KUA
24 Februari 2017 | 02:03
Wanita buka layanan pesan-antar miras
24 Februari 2017 | 01:49
Mantan anggota DPRD tipu calon PNS
24 Februari 2017 | 00:02
Wartawan ditangkap tim saber pungli
23 Februari 2017 | 01:05
Dua remaja perempuan curi motor
22 Februari 2017 | 04:48
Anggota polisi dan PNS edarkan sabu
22 Februari 2017 | 02:47
Tukang bakso cabuli murid SD
22 Februari 2017 | 02:11
Dua pria pesta sabu di kantor desa
22 Februari 2017 | 01:51
Ayah dan anak curi rokok
21 Februari 2017 | 02:54
Pemuda cabuli bocah di sawah
20 Februari 2017 | 23:56
ABG digilir sembilan pemuda
19 Februari 2017 | 02:36
Jhonni ditikam di pesta pernikahan
18 Februari 2017 | 03:51
Buruh perkosa siswi SMA
18 Februari 2017 | 03:02
Nenek dihipnotis di angkot
18 Februari 2017 | 01:43
Ibu rumah tangga aniaya anak tiri
17 Februari 2017 | 04:06
Curi HP, pria dipukuli di Rumah Sakit
16 Februari 2017 | 03:02
Montir bengkel jual sabu
16 Februari 2017 | 02:45
TKI tewas di Taiwan
Berita Terkait
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemedagri siapkan pengganti Ahok