Kriminal

Hasto kecam pengeroyokan kader PDIP yang diduga oleh massa FPI

10K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:03
07 JAN 2017
Hasto Kristiyanto
Reporter
Abdullatif Assalam
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengecam keras aksi pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan sekelompok massa FPI terhadap kadernya.

Hasto mengatakan Indonesia adalah negara hukum, aksi kekerasan dan main hakim sendiri sama sekali tidak bisa dibenarkan.

"Tindakan kekerasan itu tidak manusiawi dan merusak peradaban. Terlebih jika kekerasan itu masih ada hubungannya dengan agenda pemilihan gubernur yang sekarang sedang berlangsung. Pengeroyokan itu merusak demokrasi, tidak manusiawi dan bertentangan dengan ajaran manapun," kata Hasto dalam keterangan persnya, hari ini.
 
Seperti diketahui, seorang pengurus ranting PDIP bernama Widodo dikeroyok oleh sejumlah orang yang diduga dari kelompok FPI, Jumat malam.

Hasto menambahkan, belakangan ini kekerasan baik verbal maupun fisik seolah menjadi budaya baru. Mereka sama sekali tidak berkepribadian Indonesia yang dikenal santun dan toleran.

"Ini gejala yang membuat kita cemas dan harus benar-benar kita waspadai," katanya.

Selain penganiayaan kader, Hasto juga menyoroti aksi-aksi melanggar hukum lain yang dilakukan FPI seperti penghadangan kegiatan blusukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok beberapa hari lalu. Pimpinan FPI harus bertanggung jawab terhadap tindak tanduk anggotanya di lapangan.

Hasto meminta aparat keamanan untuk memastikan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas insiden pengeroyokan dan penghadangan kegiatan calon gubernur petahana itu diproses secara hukum sesegera mungkin agar tidak terulang di masa depan.

"Demikian halnya KPU dan Bawaslu tidak boleh berdiam diri," tandasnya.

Jika FPI tidak melakukan langkah-langkah kongkrit meredam aksi sepihak anggotanya dan kepolisian tidak bertindak sesuai kewenangannya, Hasto khawatir itu akan memancing reaksi dari kelompok lain. Meski demikian Hasto menyerukan kepada kader PDIP untuk memercayakan penanganan kasus tersebut pada pihak kepolisian.

"Kami percayakan kepada proses hukum, jangan membalas kekerasan dengan kekerasan. Meskipun demikian, sebagai partai yang solid kami tidak pernah takut," tandasnya.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
16 Januari 2017 | 03:24
Ayah perkosa anak kandung
14 Januari 2017 | 03:55
Pria jambret kalung bocah
14 Januari 2017 | 03:11
Mabuk, Adi dilempar teman ke jurang
14 Januari 2017 | 01:46
Kepala Sekolah cabuli murid SD
14 Januari 2017 | 01:03
Turis Rusia dipukuli satpam cafe
14 Januari 2017 | 00:56
Ibu rumah tangga edarkan sabu
13 Januari 2017 | 15:42
Pembakar markas GMBI "termakan" hoax
13 Januari 2017 | 13:14
Ketua GMBI: kami tidak akan membalas
13 Januari 2017 | 04:38
Kakek simpan 15 paket sabu
13 Januari 2017 | 02:07
Empat ABG mabuk obat batuk oplosan
12 Januari 2017 | 05:02
Dukun cabuli siswi SMP
12 Januari 2017 | 03:08
Perampok satroni toko emas
12 Januari 2017 | 02:32
Empat remaja keracunan rokok Hanoman
12 Januari 2017 | 02:12
Sopir taksi online perkosa siswi SMP
12 Januari 2017 | 00:53
Perampok tembak anggota Brimob
Berita Terkait