Kriminal

Jejaring penyalur PSK asal Indramayu ditangkap polisi

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:26
08 JAN 2017
Ilustrasi Human Trafficking
Editor
Sumber
Antara

Rimanews - Jejaring penyalur Pekerja Seks Komersial asal Indramayu ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri 

"Bareskrim menangkap pelaku perekrut perdagangan orang bernama Reni, dengan korbannya NIM (16) dan Nu (15)," kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Pol Agus Andrianto di Jakarta, hari ini.

Menurutnya, tersangka Reni Sulastri (41) beroperasi di Indramayu, Jawa Barat. Kasus ini berawal saat kedua korban yakni NIM dan Nu direkrut oleh Reni di Indramayu pada Oktober 2016 dengan diiming-imingi akan dipekerjakan sebagai pelayan restoran di Malaysia dengan gaji besar. 

"Padahal kenyataannya mereka itu hendak dijadikan pekerja seks," kata Brigjen Agus.

Kedua korban lalu diberangkatkan dari Indramayu ke Jakarta dan selanjutnya terbang ke Pontianak, Kalimantan Barat. "Di Pontianak, korban dijemput Saudara Aco yang masih buron," katanya.

Dari Pontianak, korban diselundupkan ke Malaysia melalui Entikong tanpa dokumen paspor. "Korban diselundupkan dengan cara bersembunyi di dalam kendaraan," katanya.

Di Malaysia, korban lalu diserahkan pada Ita, seorang WNI yang juga masih buron. Ita diketahui mempekerjakan para korban tersebut sebagai pekerja seks tanpa digaji. 

NIM berhasil kabur dan menghubungi orang tuanya.  "Kemudian orang tua NIM melaporkan kasus ini ke KJRI Kuching. Korban dijemput KJRI dan dipulangkan ke Indonesia," ujarnya.

Selanjutnya penyidik Bareskrim menyelidiki keberadaan Reni di Indramayu dan berhasil meringkus perempuan yang beralamat di Desa Bangkaloa Blok Cilengkung Ilir, Kecamatan Widasari, Indramayu tersebut. "Kami masih berupaya mengejar pelaku lainnya, Aco sebagai pengantar para korban ke Malaysia dan Ita yang berada di Malaysia," katanya.

Selain itu tim satgas berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia untuk mengusut dugaan adanya sejumlah korban jaringan Reni lainnya yang bekerja di Kuching, Malaysia.

Terbaru