Kriminal

Ingin tawuran, 26 pelajar bawa senjata tajam diringkus

1.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
08:08
09 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Kepolisian Sektor Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, menangkap 26 remaja di wilayah setempat atas tuduhan hendak melakukan tawuran.

"Mereka kita amankan karena kedapatan membawa senjata tajam berupa dua senjata tajam pedang, tiga buah arit, sembilan clurit, dan satu golok," kata Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota AKP Erna Ruswing di Bekasi seperti dikutip Antara, hari ini.

Sejumlah warga di Kecamatan Setu dan Bantargebang Bekasi selama ini resah dengan aksi tawuran pelajar yang tidak jarang menimbulkan korban. Mereka juga tak jarang membuat kerusakan sejumlah fasilitas umum dan juga melakukan corat coret di tembok.

Menurut dia, penangkapan para pemuda yang diketahui berstatus sebagai pelajar di wilayah itu terjadi saat pihaknya menggelar patroli Cipta Kondisi bersama jajaran Koramil.

Patroli itu melibatkan 112 personel gabungan dari Kepolisian Sektor Bantargebang sebanyak 40 personel, Polrestro Bekasi Kota 60 personel dan Koramil 12 personel.

Petugas berkendara motor itu menyisir sejumlah kawasan rawan seperti Jalan Raya Siliwangi hingga perbatasan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Perumahan Vida, dan sejumlah kawasan di Kecamatan Bantargebang.

"Kita sisir juga Jalan Bantargebang-Setu, Perumahan Royal Park, Perumahan Dukuh Zamrud, Perumahan Bekasi Timur Regensi, Strongpoin di Perbatasan Bantargebang-Setu," katanya.

Hasilnya anggota mengamankan 26 remaja yang diduga akan malakukan tawuran.

Namun demikian, pihaknya hanya melakukan pendataan dan pembinaan terhadap para pemuda tersebut dengan membuat surat pernyataan untuk diketahui orang tuanya.

"Untuk senjata tajam langsung kami sita sebagai barang bukti," katanya.

Dikatakan Erna, pemuda tersebut diketahui tengah menyasar sejumlah pelajar lainnya yang selama ini dianggap sebagai musuh oleh mereka.

"Semuanya rata-rata remaja yang masih berstatus pelajar. Untuk itu kita lakukan pendataan dan memanggil orang tua dan gurunya dari masing-masing Sekolah," katanya.

Terbaru