Kriminal

Densus 88 periksa 8 WNI yang dideportasi imigrasi Malaysia

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:48
11 JAN 2017
Dok. Densus 88 Anti Teror Mabes Polri
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih memeriksa delapan WNI yang dideportasi dari Malaysia ke Batam, kemarin, karena dikenakan status not to land (NTL) di Singapura.

"Untuk jaringannya itu yang masih didalami oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri," kata Kapolda Kepulauan Riau Irjen Sam Budigusdian saat memberikan keterangan di Polda Kepri, Batam, seperti dilansir Antara, hari ini.

Delapan orang WNI dideportasi petugas imigrasi Malaysia ke Batam. Menurut Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, Lalu Muhammad Iqbal, kedelapan WNI tersebut merupakan santri Pondok Pesantren Darul Hadits, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. 

Mereka berangkat ke Malaysia untuk tujuan Pattani, Thailand, untuk belajar sistem pendidikan di sebuah lembaga pendidikan agama Islam dan pada 9 Januari mereka memasuki Singapura melalui Johor. 

Sam menjelaskan, keputusan otoritas Singapura menolak delapan WNI masuk ke negara itu melalui Malaysia hingga kemudian oleh Malaysia dideportasi ke Batam karena saat diperiksa dalam salah satu telepon genggam ditemukan foto-foto bendera ISIS.

"Hingga kini status delapan orang itu masih terperiksa. Semua masih didalami oleh petugas," kata Sam.

Kedelapan WNI itu adalah Fh, Ada, Ak, Saat, Io, MH, Reh dan Hap. Mereka tiba di Pelabuhan Internasional Batam Centre dari Setulang Laut Malaysia kemarin sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung dibawa Densus 88 ke Markas Brimob Polda Kepri di Batam.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
20 Juni 2017 | 19:38
Penembak Davidson tewas didor
Kriminal