Kriminal

Ajakan tidak salatkan jenazah masuk tindak pidana

1.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:21
17 MAR 2017
Dok. Spanduk larangan menyalatkan jenazah (Foto: Istimewa)
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Polda Metro Jaya menyatakan pemasangan spanduk provokatif, termasuk seruan untuk tidak menyalatkan jenazah karena berbeda pilihan politik,terkategori pidana. 

"Kami melihat ada beberapa spanduk yang tidak sesuai dengan penempatan, bisa kena dari peraturan daerah. Juga misalnya itu suatu hate speech, bisa juga," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, hari ini. 

Spanduk bertuliskan “Masjid Ini Tidak Menyalatkan Jenazah Pendukung & Pembela Penista Agama” sempat ramai di media sosial, ditujukan kepada pemilih pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat di Pilgub lalu.

Isu ini sempat santer menimpa Nenek Hindun bin Raisman, namun pihak keluarga membantah dan jenazah Nenek Hindun tetap disalatkan oleh warga setempat tetapi tidak di musala. 

Argo mengimbau kepada masyarakat yang lingkungannya masih terpasang spanduk-spanduk provokatif untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat.

Saat ini, kata dia, berapa spanduk yang dianggap provokatif sudah diturunkan secara sukarela oleh warga, ada pula diturunkan oleh Satpol PP. "Ini masih tahap koordinasi," kata Argo.

Terbaru
19 Mei 2017 | 02:17
Raul tewas di pelukan ibunya
18 Mei 2017 | 04:12
Dua bandar narkoba tewas didor