Peristiwa

"Om telolet om" berbahaya untuk orang berpenyakit jantung

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
00:03
22 DES 2016
Dok. Om Telolet Om
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Fenomena "Om Telolet Om" berbahaya untuk orang yang mengidap penyakit jantung, sebab itu bunyi klakson bus harus disesuaikan dengan aturan.

"Misal di jalan ada bus membunyikan klakson dan ternyata orang jantungan bisa berbahaya," kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta Shafruhan Sinungan kepada Rimanews, kemarin.

Fenomena telolet menjadi perbincangan di media sosial dan menjadi trending topic dunia. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengimbau agar sopir bus tidak membunyikan klakson telolet. Suara klakson pada kendaraan bermotor diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan. Dalam aturan itu disebutkan Suara klakson paling rendah 83 (delapan puluh tiga) desibel atau dB (A) dan paling tinggi 118 (seratus delapan belas) desibel atau dB (A).

"Aturan desibelnya saja yang diatur, tapi jangan dilarang," kata Shafruhan.

Berbicara kepada Rimanews, Kepala Dinas Perhubungan dan Transporasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Andri Yansyah mengatakan, akan  melakukan run check untuk seluruh bus di terminal AKAP.

Namun, Andri mengatakan, bila klakson bus melebihi ambang batas desibel maka tetap akan diperbolehkan jalan dan hanya terkena sanksi teguran. "Sebab pada run check itu kita uji kelayakan on the spot sebelum bus berangkat keluar dari terminal," ungkap Andri.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
19 Januari 2017 | 01:02
Petani tewas tersambar petir
18 Januari 2017 | 19:03
Gempa bumi 5,2 SR guncang Lebak
18 Januari 2017 | 07:32
Jakarta belum ramah kepada tunanetra
17 Januari 2017 | 19:03
Gempa 5,6 SR guncang Aceh
14 Januari 2017 | 09:19
Sebuah kantor di Pejaten terbakar
14 Januari 2017 | 04:04
Karyawan bank lecehkan mahasiswi
13 Januari 2017 | 21:35
365 juta rakyat Cina mudik Imlek
13 Januari 2017 | 19:44
Puluhan rumah di Madiun terendam air
13 Januari 2017 | 00:39
Panti asuhan hangus terbakar
11 Januari 2017 | 05:00
Pudarnya intelektualisme asketis
11 Januari 2017 | 00:05
Dua bunga langka mekar di Bengkulu
Berita Terkait
26 Desember 2016 | 22:17
"Om peuyeum om"
23 Desember 2016 | 18:16
"Om telolet om" aneh tapi bagus
22 Desember 2016 | 16:37
Polisi bakal tilang bus "telolet"