Peristiwa

Dari mana harus memperbaiki kondisi bangsa?

2K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:00
31 DES 2016
Ilustrasi
Reporter
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menguatnya fundamentalisme dan intoleransi terhadap pluralitas suku, agama, ras dan golongan menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia untuk dicarikan solusinya. Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan, negara terancam mengalami disfungsi, yakni hilangnya kendali terhadap cita-cita yang sebelumnya telah disepakati.

Menjadi kewajiban bagi setiap anak bangsa untuk melakukan usaha sesuai kapasitasnya untuk andil dalam tanggung jawab merawat kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia dalam rangka membangun negara yang berdaulat dan bermartabat.

“Langkah yang kami lakukan adalah memulai pembangunan tersebut melalui penguatan fungsi keluarga. Sebab, keluarga berperan melahirkan individu-individu fungsional; mereka ini yang nanti paling memiliki peluang untuk membangun masyarakat yang unggul, lalu lingkungan dan seterusnya hingga bangsa yang luhur,” kata Nenden Vina Mutiara, ketua Sekolah Rekonsiliasi di Lembang Bandung, kemarin.

Ditemui disela-sela pelatihan yang bertajuk “Action for Life Care”, Nenden mengatakan training selama sepuluh hari tersebut akan memberikan pengalaman dan strategi bagaimana menguatkan sistem keluarga: mulai dari menyembuhkan luka karena dibesarkan di keluarga yang disfungsi, meneguhkan cinta antar pasangan, serta bagaimana mendidik anak sesuai dengan usia dan kebutuhan meraka.

“Peserta juga disiapkan untuk menjadi trainer yang siap membantu menyelesaikan permasalahan keluarga yang dapat melahirkan anak-anak yang bermasalah, seperti kecanduan narkoba, merokok, makanan, gadget hingga kecanduan agama, dalam arti jatuh kepada ekstremisme. Ini adalah training tingkat lanjutan,” jelasnya.

Dikatakan Nenden, Sekolah Rekonsiliasi ini adalah adopsi dari program IGCP (inner growth companionship program) yang sudah berjalan di beberapa negara.

Pada kesempatan ini, panitia mendatangkan trainer utama Nandor Lim dari Malaysia. “Apa pun yang terjadi pada anak, orang tua turut ambil bagian. Chaos pasti memiliki sistem. Demikian pula keluarga, dari situ kita bisa mulai memperbaiki,” kata Nandor ketika ditanya tentang memburuknya perilaku anak zaman sekarang.

Menurut pria yang sudah keliling sejumlah negara untuk memberikan pelatihan serupa ini, setiap orang harus mampu mengidentifikasi jika dirinya mengalami disfungsi, sejak dia berusia nol tahun, bahkan sejak di kandungan.

“Bisa jadi si anak dalam kandungan tidak diterima ibunya, karena merasa belum siap atau selama kehamilan sang ibu banyak menerima tekanan psikologis. Ini bisa berpengaruh ke tahapan selanjutnya dalam tumbuh kembang anak,” jelasnya.

Menurut Nandor, setiap orang berpeluang mengalami disfungsi, baik diakui atau tidak. Namun, yang jelas, setiap orang harus memiliki niat untuk berubah ke arah lebih baik.

“Perubahan memiliki proses yang tidak boleh dilompati, tetapi harus dilalui tangga demi tangga. Pertama, orang harus melakukan discovery, maksudnya menemukan akar masalahnya,” katanya.

Setelah itu, yang harus dilakukan di tahap berikutnya adalah uncovery, yakni pengungkapan secara jujur dan apa adanya atas masalah yang membelit. “Banyak orang gagal dan menolak melakukan ini karena sejumlah hal, malu, segan dan sejenisnya. Keengganan seperti ini harus dikubur untuk bisa maju ke tahap berikutnya, yakni recovery,” ujarnya.

Recovery yang dimaksud adalah penyembuhan dengan mengedepankan rasa dan sensitivitas. “Baru setelah tahap ini dilalui, orang akan menemukan rekonsiliasi, dengan pasangan, orang tua, anak, sahabat dan siapa pun,” bebernya.

Dengan mengubah perilaku setiap individu melalui keluarga, perubahan di masyarakat dan bahkan lebih luas akan lebih mungkin dilakukan. “Perubahan bukan kata-kata atau event, tetapi proses sekaligus sistem,” pungkasnya.

Terbaru
24 Februari 2017 | 04:04
Rumah warga rusak tersambar petir
23 Februari 2017 | 14:48
Satu keluarga bunuh diri tenggak racun
23 Februari 2017 | 03:04
Masjid roboh tertimpa pohon tumbang
23 Februari 2017 | 01:48
Puluhan orang keracunan nasi bungkus
22 Februari 2017 | 18:59
Ahok cari-cari preman Kalijodo
22 Februari 2017 | 12:21
Pasangan ini menikah di tengah banjir
21 Februari 2017 | 20:10
Banjir rendam 35 sekolah di Bekasi
21 Februari 2017 | 08:43
Bintaro Permai banjir
21 Februari 2017 | 08:15
Waspada banjir Jakarta hari ini
21 Februari 2017 | 04:54
Babi hanyut terseret arus banjir
20 Februari 2017 | 18:53
Ahok: banjir tinggal 80 titik
20 Februari 2017 | 18:42
Warga Bekasi hilang di lokasi banjir
20 Februari 2017 | 17:34
Gempa 3,7 SR guncang Sampang
20 Februari 2017 | 14:54
Dua anak hilang akibat banjir Bekasi
20 Februari 2017 | 03:37
Gempa guncang Lampung dan Tasikmalaya
Berita Terkait
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemedagri siapkan pengganti Ahok
10 Februari 2017 | 00:30
Sekeluarga mencuri di swalayan