Peristiwa

Pemandu wisata liar dirazia

2.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:40
01 JAN 2017
Reporter
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Antara

Rimanews – Polisi dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Cabang Wonosobo bersama Satpol Pamong Praja, Kantor Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan HPI DPD Jawa Tengah menggelar razia pemandu wisata liar di kawasan objek wisata Dieng.

Sekretaris DPC HPI Wonosobo Agus Dwiyono di Wonosobo, Minggu (01/01/2016), mengatakan razia bersama tim gabungan tersebut merupakan upaya untuk memberikan perlindungan kepada para pemandu resmi atau bersertifikat.

"Kami juga melibatkan unsur Satpol PP pada kegiatan ini, karena menjadi bagian dari upaya penegakan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pramuwisata," katanya.

Ia menyebutkan dalam razia di sekitar Dieng Plateu Theater selama enam jam, pihaknya memantau praktik pemandu liar atau yang tidak bersertifikat. Pihaknya telah menjaring sekitar 10 orang.

Ia menuturkan kepada para pemandu, baik lokal maupun dari biro perjalanan, tim gabungan mendata identitas sekaligus memberikan edukasi agar mereka bersedia menjadi pramuwisata resmi.

"Kami memberikan arahan kepada guide yang selama ini praktik tanpa sertifikasi resmi, agar mau mengikuti pelatihan dan uji kompetensi sehingga ke depan mereka lebih nyaman dalam bekerja karena telah bersertifikat," katanya.

HPI DPC Wonosobo, kata dia, secara periodik menggelar pelatihan bagi para pemandu wisata, mengingat kebutuhan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, cukup tinggi.

Ia mengakui kekurangan pemandu lokal tersebut, sering memunculkan komplain dari para wisatawan, karena mereka merasa kurang optimal memperoleh keterangan terkait dengan berbagai sisi objek wisata tujuan.

Selain itu, katanya, kekurangan pemandu legal yang bersertifikat akhirnya memunculkan pemandu-pemandu wisata liar, terutama di kawasan wisata ramai, seperti Dataran Tinggi Dieng.

Ia menuturkan para pemandu liar tersebut, selain merugikan para pramuwisata resmi juga tidak jarang menimbulkan protes dari para wisatawan, mengingat kapasitas mereka memang belum teruji.

"Kebanyakan para pemandu liar hanya mengandalkan aji mumpung dan mereka sebenarnya memiliki profesi lain yang tidak berkaitan dengan wisata," katanya.

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
24 Februari 2017 | 04:04
Rumah warga rusak tersambar petir
23 Februari 2017 | 14:48
Satu keluarga bunuh diri tenggak racun
23 Februari 2017 | 03:04
Masjid roboh tertimpa pohon tumbang
23 Februari 2017 | 01:48
Puluhan orang keracunan nasi bungkus
22 Februari 2017 | 18:59
Ahok cari-cari preman Kalijodo
22 Februari 2017 | 12:21
Pasangan ini menikah di tengah banjir
21 Februari 2017 | 20:10
Banjir rendam 35 sekolah di Bekasi
21 Februari 2017 | 08:43
Bintaro Permai banjir
21 Februari 2017 | 08:15
Waspada banjir Jakarta hari ini
21 Februari 2017 | 04:54
Babi hanyut terseret arus banjir
20 Februari 2017 | 18:53
Ahok: banjir tinggal 80 titik
20 Februari 2017 | 18:42
Warga Bekasi hilang di lokasi banjir
20 Februari 2017 | 17:34
Gempa 3,7 SR guncang Sampang
20 Februari 2017 | 14:54
Dua anak hilang akibat banjir Bekasi
20 Februari 2017 | 03:37
Gempa guncang Lampung dan Tasikmalaya
Berita Terkait
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemedagri siapkan pengganti Ahok