Peristiwa

Mensos: Korban banjir bandang Bima empat orang

1.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:55
10 JAN 2017
Dok: Banjir bandang Bima. Foto: BNPB
Editor
Febrianto
Sumber
Antara

Rimanews - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan empat orang meninggal dunia akibat terkena dampak banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, pada 21-23 Desember 2016.

"Dalam proses perjalanan tanggap darurat, kami mendapatkan informasi ada empat orang yang meninggal dunia terdampak banjir bandang," katanya seusai menemui ahli waris Ardi Kartiarso di Kelurahan Manggemaci RT 01/RW 01, Kecamatan Empunda, Kota Bima, hari ini

Pria berusia 52 tahun itu meninggal dunia empat hari setelah bencana yang menenggelamkan rumahnya itu.

"Ini merupakan ahli waris yang keempat yang mendapatkan santunan. Yang kesatu hingga ketiga sudah diberikan oleh tim Kemensos," ujar Khofifah.

Mensos melakukan kunjungan kerja ke Kota dan Kabupaten Bima itu untuk memastikan semua korban banjir bandang telah menerima jaminan hidup dan bantuan sosial lainnya sesuai instruksi Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memantau penanganan bencana di daerah tersebut pada 28 Desember 2016.

Keluarga korban yang didatangi Mensos meninggalkan istri dan lima orang anak yang masih kecil.

Saat air bah setinggi 2,5 meter, korban yang menderita sakit itu tidak sempat menyelamatkan diri.

"Beberapa tetangga yang menolongnya untuk langsung melarikannya ke rumah sakit," kata Aminah, tetangga korban.

Sementara itu, Wali Kota Bima M Qurais H Abidin memastikan bantuan sosial terhadap korban banjir bandang termasuk jaminan hidup sudah diserahkan.

"Alhamdulillah dalam dua hari ini para pengungsi sudah tidak lagi tinggal di tenda. Sekarang kami bersihkan sampah dan material bekas banjir," ujarnya, seperti dikutip dari Antaranews.

Sekitar 82 persen dari korban terpaksa tinggal di tenda-tenda pengungsian. "Kemensos juga telah menyalurkan bantuan logistik, jadup, dan santunan yang nilainya Rp 6,9 miliar kepada korban," ujarnya.

Harry juga menyebutkan bahwa banjir bandang di Kota Bima tersebut menghanyutkan 121 unit rumah dan merusakkan puluhan rumah lainnya yang dihuni sekitar 1.300 jiwa. 

"Selain itu ada 1.693 anak dan 580 keluarga yang mengalami trauma sudah 

semangat kembali ke rumah dan membersihkan rumah yang kotor akibat banjir," ujarnya menambahkan.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
24 Januari 2017 | 14:30
Masjid Kotaraja Jayapura terbakar
24 Januari 2017 | 11:44
Riau siaga kebakaran hutan dan lahan
24 Januari 2017 | 04:37
Wanita tewas tersambar petir
24 Januari 2017 | 02:43
Kapal terbakar di pelabuhan Tegal
24 Januari 2017 | 01:48
Mahasiswa meninggal di Tawangmangu
23 Januari 2017 | 19:47
Pasar Senen jangan berubah jadi mal!
23 Januari 2017 | 14:32
Gempa 5,1 SR guncang Sukabumi
22 Januari 2017 | 06:34
Ibu rumah tangga tewas terpanggang
22 Januari 2017 | 05:31
Siang ini, Jakarta diprediksi hujan
21 Januari 2017 | 20:23
Pria tewas dililit ular piton
20 Januari 2017 | 17:15
Lift jatuh di gedung BRI II Sudirman
20 Januari 2017 | 10:16
Kebakaran di Pasar Senen belum padam
20 Januari 2017 | 05:04
Riwayat api melahap Pasar Senen