Peristiwa

Indonesia jadi lokasi teratas bajak laut

1.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:33
11 JAN 2017
Dok. Pembajakan kapal
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Di seluruh dunia, Indonesia menjadi lokasi teratas untuk pembajakan dengan 49 insiden, sebagian besar pencurian kelas teri meskipun jumlahnya turun dari 108 kasus tahun 2015, menurut sebuah lembaga pengawasan maritim global, kemarin.

Namun secara umum, tingkat pembajakan di laut di seluruh dunia, turun ke tingkat terendah dalam 18 tahun pada 2016, tapi penculikan-penculikan awak kapal untuk tebusan meningkat di lepas pantai Afrika Barat dan Laut Sulu dekat Filipina. "Menurunnya kasus pembajakan adalah kabar baik, namun rute-rute perkapalan tertentu tetap berbahaya dan eskalasi penculikan awak kapal adalah tren yang mengkhawatirkan di beberapa daerah baru. Penculikan-penculikan di Laut Sulu antara Malaysia timur dan Filipina terutama mengkhawatirkan," ujar Direktur Biro  Maritim Internasional,Pottengal Mukundan seperti dikutip VOA.

Biro Maritim Internasional mencatat dalam laporan tahunannya bahwa ada 191 insiden pembajakan tercatat di seluruh dunia pada tahun lalu. Jumlah itu turun dari 246 tahun 2015 dan pada tingkat terendah sejak 1998. Badan itu mengatakan bajak-bajak laut membajak tujuh kapal dan menyandera 151 orang, turun dari 15 kapal dan 271 sandera tahun 2015.

Namun penculikan di laut melonjak tiga kali lipat menjadi 62 orang dari hanya 19 orang tahun 2015. Biro itu menyatakan, 34 ditangkap di lepas pantai Afrika barat, sementara 28 diambil dari kapal penarik, kapal tongkang, kapal nelayan, dan baru-baru ini, kapal-kapal perdagangan di perairan di sekitar Malaysia dan Indonesia, dan diyakini ditransfer ke Filipina selatan.

Dalam kuartal terakhir 2016, 12 awak telah diculik dari dua kapal kargo yang sedang berlayar dan dari kapal penangkap ikan yang sedang berlabuh di Laut Sulu. Bulan November, sebuah kapal ditembaki namun para pembajak tidak dapat menaiki kapal tersebut. Awal tahun 2016, para awak kapal diculik dalam tiga serangan terhadap kapal penarik dan kapal tongkang yang rentan dan bergerak lambat.

Biro tersebut, dengan pusat pelaporan di Kuala Lumpur, mendesak para pemilik kapal untuk menghindari Laut Sulu. Lembaga ini menyerukan pemerintah-pemerintah untuk menyelidiki dan mengidentifikasi para penculik dan menghukum mereka sesuai hukum.

Kapal-kapal didesak agar mewaspadai Teluk Guinea, yang tetap menjadi lokasi penculikan berisiko tinggi dengan 34 awak diculik dari kapal-kapal dalam sembilan insiden.

Selain Indonesia, serangan juga melonjak di lepas pantai Nigeria, dengan 36 insiden, meningkat dari 14 tahun 2015. India menghadapi 14 insiden, Peru 11, dan Filipina 10. 

Terbaru
26 Maret 2017 | 12:19
Kilau batu akik yang kian meredup
26 Maret 2017 | 08:13
Jakarta hujan siang ini
25 Maret 2017 | 21:20
Gempa 4.0 SR guncang Ende
25 Maret 2017 | 17:40
Angin kencang hantam Pamekasan
24 Maret 2017 | 01:49
Mayat bayi di tempat sampah
22 Maret 2017 | 19:14
Hanif akan lindungi pekerja rokok
Berita Terkait