Peristiwa

Napi lapas Bengkalis tewas

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
02:48
14 FEB 2017
ilustrasi Mayat
Editor
Stefanus Yugo
Sumber
Antara

Rimanews - AR (26), narapidana lembaga pemasyarakatan Klas IIA Bengkalis, Riau tewas di tahanan diduga karena mengalami penyiksaan oleh petugas Lapas dua hari lalu.

Namun, Kepala Klas IIA Bengkalis, Provinsi Riau, Sarju Wibowo membantahnya.  "Sebelum meninggal, dia sempat kami larikan ke rumah sakit. Hasil visum juga menunjukkan tidak ada kekerasan," kata Sarju Wibowo kepada wartawan di Pekanbaru, kemarin, seperti dikutip dari Antara.

AR baru tiga bulan menghuni penjara, dari enam tahun vonis hukuman yang dijatuhkan kepadanya.

Sarju menuturkan, sebelum meninggal dunia korban sempat menderita sakit dan kejang-kejang pada Sabtu 11 Februari 2017. 

Dikatakan Sarju, dokter rumah sakit umum daerah (RSUD) Bengkalis telah melakukan visum pasca kematian AR. "Hasilnya, dokter tidak menyebut adanya tanda-tanda kekerasan," ujarnya. 

Diakui Sarju, keluarga sempat mempertanyakan kematian AR. Sebab saat diserahterimakan, keluarga korban melihat adanya darah dari mulut jenazah.

Tapi, keluarga korban menerima kematian AR setelah mendengar penjelasan tim dokter yang menangani korban. "Tidak ada tanda kekerasan pada jenazah," ujarnya.

Menurut Sarju, korban kemungkinan meninggal akibat penyalahgunaan narkoba.

Terbaru
26 Februari 2017 | 22:11
Banjir dan longsor landa Dieng
25 Februari 2017 | 16:00
Gempa 4,5 SR guncang Pidie Jaya
25 Februari 2017 | 02:43
Ibu dan anak tewas terpanggang
24 Februari 2017 | 13:38
Longsor di Gorontalo belum tertangani
24 Februari 2017 | 13:19
Sastrawan Gerson Poyk meninggal dunia
24 Februari 2017 | 04:04
Rumah warga rusak tersambar petir
23 Februari 2017 | 14:48
Satu keluarga bunuh diri tenggak racun
23 Februari 2017 | 03:04
Masjid roboh tertimpa pohon tumbang
23 Februari 2017 | 01:48
Puluhan orang keracunan nasi bungkus
Berita Terkait
19 Februari 2017 | 04:23
Kakek tewas saat perbaiki genteng
19 Februari 2017 | 00:47
Petani tewas kesetrum
18 Februari 2017 | 04:42
Murid TK tewas kesetrum