Peristiwa

50 persen angkot berhenti beroperasi gara-gara transportasi online

2.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:33
10 MAR 2017
Aksi unjuk rasa sopir angkot menolak transportasi online
Editor
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sekitar 50 persen dari total 5.521 Angkutan Kota dan 2.000 taksi di Bandung dari sembilan perusahaan harus berhenti beroperasi gara-gara keberadaan transportasi online, baik motor maupun mobil.

Demikian dikatakan Ketua Organda Kota Bandung Neneng Djuraidah di bandung, seperti dikutip dari Antara, hari ini. "Tidak jalan karena situasi angkutan lagi tidak benar. Selain transportasi berbasis online banyaknya motor, kendaraan pribadi, angkutan massal bus sekolah gratis," kata Neneng.

Kemarin sejumlah sopir Angkutan Kota di Kota Bandung menggelar unjuk rasa di kantor Gubernur Jawa Barat, dan DPRD Jawa Barat menuntut agar transportasi berbasis online tidak diizinkan beroperasi di Kota Bandung.

Neneng mengatakan, kondisi tersebut telah terjadi sejak dua tahun kebelakang, ketika transportasi berbasis online mulai menjamur di Kota Bandung. "Armada angkot banyak yang dikandangkan," kata dia.

Neneng menuturkan, Organda di seluruh Jawa Barat telah menyurat Gubernur Jawa Barat untuk membenahi urusan transportasi. "Kehadiran taksi online sangat berpengaruh sekali karena memang yang dirasakan kita, dari angkot hingga taksi kalau persentasikan 60 persen berpengaruh terhadap pendapatan kita," ujarnya.

Terbaru
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
15 Juni 2017 | 19:09
NU tolak full day school
Peristiwa