Peristiwa

Ratusan petani Karawang korban gusuran tidur di kantor PP Muhammadiyah

1.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:15
17 MAR 2017
Dok: ratusan petani Karawang tidur di masjid PP Muhammadiyah. (foto:sangpencerah.cid)
Editor
Dhuha Hadiansyah
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sebanyak 220 petani dan 60 anak-anak warga eks Waroe Laden, Karawang yang sejak 4 bulan terusir dari tempat tinggalnya karena digusur untuk industri menginap di kantor PP Muhammadiyah semalam.

“Malam ini, Jum’at (16/3) Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya 62 dipenuhi petani dari Karawang. Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah ikut melayani,” lapor laman yang berafiliasi dengan Muhammadiyah, sangpencerah.id.

Mereka datang ke Jakarta untuk melakukan aksi di depan Istana Presiden, bersama petani Kendeng dari Rembang. Jelang malam hari meraka membutuhkan tempat untuk beristirahat agar hari ini, Jumat (17/03/2017), dapat melakukan aksi serupa di depan Istana. Mereka berharap agar tuntutan mereka didengarkan Presiden Jokowi.

“Kami hanya menuntut hak, rumah kami dibuldoser, teman-teman kami dikriminalisasi. Pemerintah Karawang tidak menghiraukan tuntutan kami, malah memihak pemilik industri”, curhat salah satu petani.

Aula dan masjid tidak bisa menampung mereka semua. Jadi ada beberapa yang tidur di luar.

“Ketika anak-anak yang kini tidak jelas masa depan pendidikan dan tempat tinggalnya itu, tidak ada alasan bagi Pemuda Muhammadiyah untuk tidak membantu para Mustad’afin tersebut, maka untuk sementara Pemuda Muhammadiyah membantu kebutuhan Makan 220 petani dan 60 anak-anak tersebut”, tegas Ketum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Sementara itu, Waroeng Dhuafa Milik Pemuda Muhammadiyah yang buka setiap Jumat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng 62 Jakarta Pusat akan dipindahkan sementara di depan Istana Presiden untuk melayani para petani Kendeng dan petani Karawang yang sedang memperjuangkan hak hidupnya dan menagih kehadiran negara.

“Setidaknya kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah bisa membantu hal kecil bagi perjuangan mereka yakni menyediakan penampungan dan makanan sebagai sumber energi bagi perjuangan mereka. Kami hanya berharap, Pak Joko Widodo mendengarkan tuntutan dan harapan para petani tersebut, dan bisa merealisasikan kebijakan Pak Jokowi terkait reforma agraria dengan membagikan lahan kepada rakyat miskin, yang pernah disampaikan langsung kepada kami Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ketika di Istana Negara beberapa waktu yang lalu”, tegas Dahnil.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
23 April 2017 | 20:00
Rahasia bugar Menteri Khofifah