Peristiwa

Jumlah berita hoax berkurang drastis dalam enam bulan terakhir

3.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
18:51
18 APR 2017
Dok. Warga membubuhkan cap tangan dalam gerakan anti-hoax di Solo, Jawa Tengah, Januari 2017. Foto: Antara
Editor
Abdullatif Assalam
Sumber
Antara

Rimanews - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo mengungkapkan, peredaran berita hoax, baik di media sosial maupun aplikasi percakapan, berkurang drastis dalam enam bulan terakhir.

"Kita semua tahu, enam bulan lalu, begitu marak peredaran berita hoax," kata pria yang akrab dipanggil Stanley saat memberikan sambutan pada Deklarasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, hari ini.

"Namun, setelah diperangi bersama oleh masyarakat, pemerintah, media serta wartawan, kini jumlahnya berkurang drastis," tambahnya.

Meski demikian, Stanley mengakui, peredaran berita hoax masih terjadi meski jumlahnya berkurang drastis.

Oleh karena itu, Stanley mengharapkan peran aktif AMSI sebagai verifikator terkait keberadaan media siber yang mendominasi jumlah media di Indonesia.

"Perkiraan Dewan Pers, saat ini, ada sekira 43.300 media siber di seluruh Indonesia," kata Stanley.

Jumlah tersebut, lanjut Stanley, mendominasi jumlah media di seluruh Indonesia yang diperkirakan Dewan Pers terdapat sekira 47.000 media.

Di sisi lain, generasi kiwari cenderung lebih berdekatan dengan media siber ketimbang buku ataupun televisi, sehingga penyaringan hoax perlu diperketat demi memastikan bonus demografi Indonesia berkualitas pada 2030.

"Bonus demografi Indonesia yang berakhir pada 2030, agar tidak terpapar oleh informasi hoax," katanya.

KATA KUNCI : , , , ,
Terbaru
23 April 2017 | 20:00
Rahasia bugar Menteri Khofifah