Peristiwa

Perasaan tersembunyi di balik kacamata hitam Firza

14.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
06:03
18 MEI 2017
Penulis
Dhuha Hardiansyah
Sumber
Rimanews

OPINI – Firza Husein menjadi nama perempuan terpopuler di media pada beberapa minggu terakhir gara-gara skandal “Firza Hot” yang melibatkan imam besar FPI Muhammad Rizieq Syihab. Sudah malu karena foto bugilnya terekspose publik, dirinya juga ditetapkan tersangka oleh polisi sebagai pelaku pornografi.

Terlepas dari pro dan kontra terkait kebenaran isu panas serta kosakata sensual dalam chat di aplikasi WA yang tersebar luas tersebut, ada perlunya kita mengamati bahasa tubuh Firza saat mendatangi kantor Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/5/2017). Kita fokuskan pengamatan pada kacamata hitam lebar yang dikenakan ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC) itu.

Firza tampil ayu dengan kerudung berbahan dasar putih dengan motif daun berwarna hijau lumut. Kacamata gelap yang lebar hingga menyentuh tulang pipinya secara sempurna menutupi sorot kedua matanya. Di hadapan belasan kamera wartawan yang menyorotnya sejak keluar dari mobil, bibir Firza yang dihiasi lipstik merah tipis tertutup rapat menampakkan ketegaran. Akan tetapi, sirat ketegarannya tidaklah sempurna karena binar mata yang masih bersembunyi di balik kacamata hitamnya.

Psikolog AS yang juga pakar studi emosi melalui ekspresi wajah Paul Ekman mengatakan bahwa dari 23 ekspresi wajah terkait emosi, sepertiganya melibatkan mata. Kacamata gelap tidak hanya membuat pemakainya sedikit buram melihat dunia, tetapi benda tersebut mampu mengaburkan pandangan dunia terhadap perasaaan pemakainya.

Tiba-tiba menyembunyikan wajah, atau sebagiannya, juga erat kaitannya dengan aspek psikologis (lihat kasus istri M Nazaruddin yang mendadak pakai cadar saat proses peradilan di pengadilan Tipikor). 

Ada kondisi yang oleh para psikolog disebut body dysmorphic disorder (BDD) atau ketidakpuasan yang ekstrim terhadap penampilan yang dicirikan dengan kondisi yang terus menerus merasa cemas dengan kekurangan fisik minor atau bahkan kekurangan imajiner dirinya. Seseorang yang menderita BDD pada wajahnya akan menggunakan kacamata gelap yang lebar sebagai tempat persembunyian. Akan tetapi, cara ini dipakai pula oleh orang yang ingin menyembunyikan sesuatu (meskipun secara psikologis bukan pengidab BDD). Yang disembunyikan di sini tentu saja adalah perasaan atau emosi.

Kacamata gelap juga sering dipakai oleh orang yang kurang percaya diri untuk menutupi rasa gugupnya kala tampil di hadapan orang banyak atau bertemu orang-orang tertentu. Pria maupun wanita sepakat bahwa pemakai kacamata hitam terkesan keren, misterius, intimidatif dan samar. Tidak kebetuan jika produsen kacamata jenis ini menjadi salah satu peraup keuntungan tertinggi di dunia mode. Luxottica, perusahaan asesoris mata terbesar dunia misalnya, pemilik merek Burberry, Oakley, Ray-Ban dan sejumlah merek lain memperoleh penjualan lebih dari US$ 9,8 miliar pada 2016.

Penggunaan kacamata hitam untuk mengkamuflase perasaan bukan monopoli Firza, ada sejumlah sosok tenar yang menggunakan strategi petak-umpet perasaan di balik lensa hitam tersebut saat menghadapi kasus hukum.

Saat menjalani pemeriksaan di kediamannya kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, 1 September 2016, Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti juga mengenakan kacamata hitam pekat. Mulutnya sesekali tersenyum dan kerap ditutup rapat untuk menujukkan keteguhannya dalam menghadapi kasus narkoba yang menjeratnya.

Yang juga tertangkap kamera berkacamata hitam saat menghadapi kasus adalah penyanyi Rebecca Reijman saat menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 20 Pebruari 2014. Rebecca diperiksa sebagai saksi untuk kasus dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, adik eks gubernur Banten Ratu Atut. Seminggu sebelumnya, tepatnya 14 Pebruari, artis Jennifer Dunn yang juga diperiksa terkait Wawan juga menggunakan kacamata gelap, dia memilih warna coklat dengan ukuran lebar.

Setahun sebelumnya, istri koruptor bekas ketua Mahkamah Agung, Akil Mochtar, juga menggunakan kacamata hitam lebar saat diperiksa KPK pada 22 Oktober 2013. Memakai kerudung, mulut Ratu Rita terkunci rapat. Ia bahkan tak kunjung senyum saat disapa para wartawan. Perasaannya tersembunyi secara sempurna di balik lensa yang berwarna hitam pekat.

Perasaan yang cukup efektif disembunyikan di balik kacamata hitam adalah sedih, cemas, takut, terasing dan malu. Apakah ini yang dirasakan Firza? Pada tahun 1971, Albert Mehrabian menulis buku berjudul Silent Messages, yang di dalamnya dia membahas riset tentang komunikasi nonverbal. Singkatnya, dia menyebut bobot kebenaran bahasa tubuh adalah 55 persen, 38 persen yang lain adalah unsur prosodi (seperti nada, tona dan intonasi) ujaran, sedangkan sisanya (7 persen) baru kata-kata aktual yang diproduksi.

Penghibur yang biasa tampil seronok sekalipun pasti tertekan jika berada di posisi Firza. Ada keluarga, kolega dan orang-orang yang dihormatinya dapat dengan bebas melihat foto-foto yang tak pantas dikonsumsi mata secara sembarangan itu. Firza tentu butuh bersembunyi, dari orang lain dan jika perlu dari dirinya sendiri. Beruntung ada kacamata hitam, meskipun kegelapan warnanya tidak akan sanggup melenyapkan perasaan malu dan sedihnya. 

Terbaru
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
15 Juni 2017 | 19:09
NU tolak full day school
Peristiwa