Peristiwa

Banyak armada mudik tak laik jalan

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:05
12 JUN 2017
Dok. Terminal bus
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Antara

Rimanews - Polrestabes Bandung bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar uji kelaikan armada bus jelang musim mudik Lebaran 2017.

"Dari tujuh bus yang kita cek hanya dua saja yang laik jalan. Sisanya lima bus, perlu perbaikan," ucap Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Mariyono di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, sore tadi.

Mariyono mengatakan, beberapa instrumen yang dicek seperti kelengkapan administrasi jalan, setir, ban, gas, mesin, dan rem.

Dari beberapa armada yang tidak lolos cek, mayoritas bermasalah di bagian rem dan kelengkapan administrasi. Sehingga, bus tersebut dilarang beroperasi untuk sementara waktu.

"Bus yang tidak laik jalan dilarang beroperasi sampai benar-benar beres baik kondisi bus maupun kelengkapan surat-suratnya," kata dia.

Ia menjelaskan, Polrestabes Bandung bersama Dishub Kota Bandung akan menggelar Ram Check secara rutin terhadap bus yang masuk ke Terminal Cicaheum, guna menghindari terjadinya kecelakaan saat mengangkut pemudik.

"Kita perlu memastikan agar laik jalan, sehingga saat mudik akan berjalan tertib, aman, dan nyaman," katanya.

Sementara itu, Kepala Terminal Cicaheum Roni Hermanto mengatakan, untuk tahun ini sebanyak 260 armada bus disiapkan untuk mengangkut pemudik.

Ia menjelaskan, 268 armada bus tersebut terdiri atas 135 unit bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP), 105 unit bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), dan 20 unit bus cadangan.

"Seluruhnya sudah disiapkan," kata Roni.

Roni mengklaim, dari ratusan unit bus tersebut 70 persen di antaranya sudah dalam kondisi laik jalan. Namun pihaknya memastikan bahwa bus-bus tersebut akan terus dilakukan pengecekan, sehingga saat mengangkut pemudik dalam kondisi aman dan nyaman.

"Seiring waktu berjalan akan bertambah (bus laik jalan)," kata dia. 

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
15 Juni 2017 | 19:09
NU tolak full day school
Peristiwa