Peristiwa

Sekda DKI pimpin apel pemusnahan miras

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:06
13 JUN 2017
Sekda dan beberapa unsur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama-sama melakukan pemusnahan minuman keras di kawasan Monas Selasa (13/6/2017). Foto: Rimanews
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah memimpin apel kegiatan pemusnahan minuman keras di seluruh wilayah DKI.

"Jadi hari ini merupakan aktivitas yang menunjukkan sinergitas yang luar biasa dari Pemprov DKI Jakarta dalam hal ini Satpol-PP​, dari Kepolisian, dari TNI, dan dari Kejaksaan, untuk memusnahkan minuman beralkohol atau minuman keras di wilayah DKI Jakarta," kata Saefullah kepada wartawan di komplek Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2017).

"Kami bersinergi ini sebetulnya tidak seberapa dibandingkan dengan kondisi Jakarta yang memang kemungkinan barang-barang semacam ini masih banyak di wilayah DKI."

Menurutnya, kegiatan sinergi ini untuk membantu membentengi masyarakat DKI Jakarta untuk terhindar dari bahaya miras.

"Kami juga sangat mengapresiasi ini, tentu sinergitas antara unsur-unsur Pemerintah ini untuk membentengi, dan untuk membantu masyarakat keluar dari persoalannya. Karena masyarakat banyak yang terjebak di persoalan minuman beralkohol ini, nah hari ini kami lakukan pertolongan dengan cara pemusnahan miras seperti ini," sambungnya.

Ia menambahkan, jumlah botol miras yang dimusnahkan pada tahun ini mengalami penurunan daripada tahun lalu.

"Hari ini sekitar 12.400 an botol miras yang dimusnahkan. Dan jumlah ini menurun dibanding dengan tahun lalu. Mudah-mudahan ini pertanda bahwa masyarakat DKI Jakarta semakin sadar akan bahaya miras. Penurunannya sekitar 8 % dari 19.000 an dari yang dimusnahkan pada periode tahun lalu. Dan ini kurun waktu mulai dari Januari kemarin sampai dengan bulan Mei ini. Dan ini akan terus kami lakukan," imbuhnya.

Menurutnya, minuman oplosan adalah jenis yang paling berbahaya. "Minuman beralkohol ini kan sangat membahayakan sekali ya, terutama oplosan, ini kan semua tidak berizin, mereka mencampur sesuai dengan feeling mereka saja, bukan pakai takaran dari ilmu kesehatan. Kalau takarannya bener itu mungkin ada kadar-kadarnya siapa penggunanya itu kalangan tertentu. Tapi kalau ini mereka main feeling aja, pakai autan, ada soda, spiritus, ada macem-macem, ini kan sangat membahayakan nyawanya," uangkap Saefullah.

Untuk titik operasi, Ia tak mau membeberkan secara jelas. "Untuk titik operasi kami tidak bisa beri tahu dimana saja. Baik di tempat-tempat yang mereka biasa berkumpul. Bisa di daerah-daerah terlarang biasanya mereka berada. Di tempat-tempat​ hiburan, di pemukiman-pemukiman yang warungnya jual tanpa izin itu. Ini yang sangat berbahaya," ujarnya.

Ia juga mengimbau kepada warga DKI agar menghindari minuman beralkohol dan supaya memiliki pola hidup yang sehat. "Saya berharap masyarakat DKI Jakarta itu cerdas, berpola hidup yang benar dan sehat demi kelangsungan generasi Indonesia di masa yang akan datang, yang memikirkan masyarakatnya, bukan hanya memikirkan dirinya, apalagi ego. Jadi kita hidup ini bersama-sama, oleh karena itu, mari sama-sama kita taati aturan," tuturnya.

Sementara Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) DKI Jakarta Jupan Royter mengatakan, bahwa kegiatan pemusnahan minuman beralkohol ini sudah rutin dilakukan tiap tahun.

"Kalau dari satpol kami rutin tiap tahun mengadakan pemusnahan seperti ini mulai dari Januari sampai seperti sekarang. Dan setelah itu trus dilakukan. Untuk tempat-tempat di wilayah kota dan kecamatan juga rutin melakukan ini, khususnya di tempat-tempat​ di lingkungan pemukiman, di tempat-tempat​ orang-orang ngumpul. Nah untuk pemusnahannya​ itu kita juga dilakukan oleh Walikota dan di Polres juga. Jadi tetep kita simpan di gudang dulu, lalu kami lakukan pemusnahan biasanya itu rutin tiap tahun pada saat minggu kedua bulan puasa, atau paling lambat seminggu sebelum menjelang lebaran," kata Jupan.

Terbaru
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
15 Juni 2017 | 19:09
NU tolak full day school
Peristiwa