Peristiwa

Karyawan Transjakarta mogok, Djarot kerahkan 1.500 petugas pengganti

1.9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
14:28
14 JUN 2017
Dok. Halte Transjakarta
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengerahkan sekitar 1.500 petugas dari Dinas Perhubungan untuk menambal pekerjaan yang ditinggalkan karyawan Transjakarta yang melakukan mogok kerja.

"Insya Allah masalah itu sudah akan selesai lah. Jadi gini, yang diutamakan oleh kami Pemprov DKI adalah pelayanan kepada masyarakat, apalagi di bulan puasa. Makanya, kalau memang mereka (pegawai) mau menyampaikan aspirasinya, ya tidak baik dengan cara melakukan mogok kerja," kata Djarot kepada wartawan di Jakarta, hari ini.

Ratusan karyawan Transjakarta Senin lalu melakukan aksi demonstrasi di depan kantor pusat PT. Transjakarta yang berada di kawasan Cawang Jakarta Timur. Mereka menuntut kenaikan upah serta pengangkatan menjadi karyawan tetap kepada pimpinan PT. Transjakarta. 

Sedikitnya 200 karyawan yang mengikuti aksi demonstrasi di depan kantor pusat, dan mereka meminta bertemu langsung dengan jajaran Direksi. Menurut salah seorang pengunjuk rasa, para karyawan menuntut untuk menjadi karyawan tetap karena merasa sudah layak. Namun tuntutan tersebut tidak pernah ditanggapi oleh pihak perusahaan. 

Karyawan juga menuntut pimpinan PT. Transjakarta untuk mengesahkan status dan menaikkan kontrak PKWT (Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu) periode 1 Juli 2016 sampai 30 Juni 2017 untuk mendapatkan SK karyawan tetap. Jika Direksi Transjakarta tidak mengakomodasi tuntutan mereka, karyawan Transjakarta mengancam akan mogok kerja.

Menurut Djarot, mogok kerja akan sangat merugikan masyarakat. Karena itu, bila karyawan hendak menyampaikan aspirasi, maka sampaikanlah dengan tanpa melakukan mogok kerja. "Jangan seenaknya mereka sendiri, masyarakat yang rugi kan kalau begini," kata Djarot.

"Kami antispasi sekarang, mereka-mereka yang mogok itukan yang di on board, di halte-halte. Dishub udah nyiapin 1500 personil, disebar ke beberapa halte, Kepolisian juga," sambungnya.

Terbaru
24 Juni 2017 | 13:01
Arus mudik 2017 lebih terkendali
15 Juni 2017 | 19:09
NU tolak full day school
Peristiwa