Peristiwa

Djarot: Saya di-bully gara-gara larang sahur on the road

9K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
17:38
20 JUN 2017
Dok. Sahur on the road
Reporter
Muhammad Adam Isnan
Sumber
Rimanews

Rimanews - Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengaku dirinya di-bully lantaran melarang warga Ibu Kota melakukan sahur di jalan alias on the road (OTR).

"Saya dianggap melarang sahur, dianggap tidak Islami, dianggap tidak sahur. Padahal yang saya larang itu on the road-nya itu, sahur itu kan sunah, ya monggo, silakan sahur, kalau kita puasa, ya sahur. Tapi on the road-nya itu lho yang jadi bikin masalah," kata Djarot kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, hari ini.

Djarot menegaskan, bahwa sahur on the road ini lebih banyak mudharat-nya. "Karena banyak diboncengi oleh geng-geng motor, dan rawan untuk berbuat kriminal. Terbukti kan meskipun tahun ini cenderung menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," sambungnya.

Djarot sebelumnya meminta petugas kepolisian untuk menangkap warga yang masih nekat melakukan aksi sahur on the road.

"Kami sudah koordinasi dengan Wakapolda, kalau ada yang masih nekat sahur on the road langsung ditangkap, diperiksa suratnya, dan ditindaklanjuti langsung. Itu kan urusan kepolisian, dan kepolisian minta penguatan, kalau ada yang seperti itu, langsung ditertibkan," kata Djarot kemarin.

Dia menilai, warga yang ikut aksi tersebut hanya mengganggu pengguna jalan. "Selama ini mereka itu kan mengganggu, mereka cuma naik motor muter-muter, terus knalpot nya dibolongin, biar suaranya kencang, enggak pakai helm. Mereka itu enggak sahur, cuma keliling-keliling doang kebanyakan. Biar nanti polisi yang akan menertibkan, kebanyakan mereka enggak pakai helm​," sambungnya.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suntana mengatakan, dalam tiga tahun terakhir, kegiatan sahur on the road justru sering menimbulkan keributan antar kelompok anak muda. Ia karena itu mengimbau agar masyarakat di wilayah Depok, Bekasi, dan Tangerang agar melakukan sahur on the road di wilayah masing-masing dan tidak perlu ke Jakarta. 

"Kami himbau warga tidak perlu melaksanakan sahur on the road," kata Suntana.

Sebagai informasi, 13 peserta sahur on the road diserang oleh geng motor yang membawa bendera bertuliskan VOC di wilayah Penjernihan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dini hari kemarin. 

Peristiwa terjadi, tepat di antara depan SPBU Penjernihan dengan tempat pemakaman umum Karet Bivak. Puluhan orang rombongan sahur on the road berhadap-hadapan dengan geng motor yang ditengarai bernama VOC.

"Ketemu sama-sama banyak. Tapi, yang dari arah Pejompongan mengarah ke Karet Bivak, tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam," ujar Kapolres Jakarta Pusat Kombes Suyudi Ario Seto di Mapolda Metro Jaya, kemarin.

Djarot Tak Larang Takbir Keliling

Djarot juga menegaskan tidak melarang apabila ada masyarakat yang akan melakukan takbir keliling pada saat malam lebaran. "Takbir keliling ya, saya tidak melarang, silakan takbiran, tapi kepolisian infonya juga melarang untuk takbir keliling dengan menggunakan truk, kendaraan-kendaraan dengan bak terbuka," katanya.

Namun dia berharap kepada warga masyarakat untuk melaksanakan takbir di tempat masing-masing.

"Akan tetapi saya harapkan takbir keliling itu dilakukan di tempat masing-masing ya, di masjid, di mushala, di kantor-kantor pemerintah, silahkan. Kami di DKI menggelar acara festival beduk dan takbir akbar tanggal 24, malam tanggal 25, malam takbiran, monggo silakan datang ke sini," tambahnya.

Djarot meminta kepada seluruh warga agar tidak melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat saat malam takbiran yang nantinya seperti kejadian sahur on the road.

"Jadi ini perlu kita antisipasi juga. Jangan kejadian seperti sahur on the road ya, kemudian saling naik truk bak terbuka, bawa petasan, lempar-lemparan petasan. Ingat besoknya itu adalah hari raya Iedul Fitri, hari kemenangan bagi kita semua yang menjalankan ibadah puasa, dan ibadah puasanya semoga diterima oleh Allah SWT," tuturnya.