Politik

Jejak David Inisial "D" Sahabat Abraham Samad di Rumah Kaca

9.1K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
10:16
02 FEB 2015
drg. David Andreas Mito dan Ketua KPK Abraham Samad dalam sebuah acara.
Reporter
Sumber
Rimanews

Rimanews - drg. David Andreas Mito di Jawa Timur dikenal sebagai dalang dibalik sejumlah proyek pengadaan barang yang terindikasi korupsi. David juga disebutkan mampu mempengaruhi proses penyidikan sebuah kasus hingga menetapkan lawan bisnisnya menjadi tersangka kasus korupsi.

Berdasarkan hasil temuan Lembaga Investigasi Nasional Jawa Timur, David diketahui  terkait  dengan ketidakberesan terkait pengadaan koleksi buku, supplies buku dan pengolahan buku perpustakaan PKK Desa/Kelurahan se- Jawa Timur tahun 2014 dengan nilai total Rp10.347.435.600.

David yang dikenal sebagai pemilik Klinik Jet Z di kawasan Villa Bukit Mas Surabaya, Jatim diduga mengatur pelelangan ini dengan mengatasnamakan Kejaksaan dan mengaku-ngaku orang dekat dengan para pejabat di lingkungan Polda Jatim bahkan Ketua KPK Abraham Samad.

“Kami berharap kepada seluruh aparat penegak hukum terkait tetap berpegang teguh pada ‘Hukum Harus Ditegakkan Sekalipun Langit Akan Runtuh’,” kata  Lembaga Investigasi Nasiaonal seperti dikutip dari laman kanalsatu.com pada 18 Maret 2014.

Selain itu, David juga diduga kuat terkait dengan proyek pangadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) Kota Mojokerto, Jatim. Ketika dikonfirmasi wartawan terkait kasus ini, David juga sempat mengancam.

“Kalo ada wartawan yang berani mengangkat masalah ini, saya akan mengerahkan Ormas Surabaya untuk mencari,” ancam David seperti dikutip dari situs berita panoramapagi.com pada 25 Februari 2013.

Kasus lain yang diduga melibatkan David berkaitan dengan penyidikan dugaan korupsi alat kesehatan Rp 4,5M untuk Rumah Sakit Dolopo Madiun.

Dalam situs change.org, Serikat Mahasiswa Surabaya membuat sebuah petisi yang mempertanyakan apakah memang kasus dugaan korupsi yang ditangani aparat kejaksaan ada indikasi korupsi atau hanya merupakan persaingan usaha dari para distributor alat kesehatan.

Dalam petisi yang diunggah pada 20 November 2014 ini disebutkan bahwa pada awalnya kasus ini menjadi perhatian kejaksaan negeri Mejayan Jawa Timur, karena adanya laporan dari dokter gigi David Andreas Mito yang merupakan salah satu distributor alat kesehatan di Jawa Timur.

Terbaru
19 Mei 2017 | 12:48
Djarot: OK OCE enggak jelas