Politik

Menag Sepakat MUI Haramkan Gunakan Atribut Non-Muslim

3.3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:17
16 DES 2016
Dok: Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin. Foto: Antara
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haramnya Muslim menggunakan atribut non-Islam merupakan bentuk toleransi umat beragama tanpa meleburkan diri dengan keyakinan agama lain.

"Jadi semangatnya adalah toleransi itu tidak harus ditunjukkan dengan cara masing-masing pihak meleburkan diri," kata Lukman di Jakarta, hari ini.

MUI kemarin mengeluarkan fatwa larangan bagi umat Islam menggunakan atribut yang berbau agama lain. Fatwa dikeluarkan jelang Hari Raya Natal, dimana ada pegawai yang mengenakan simbol-simbol hari raya yang dilaksanakan tiap 25 Desember.

Lukman mengatakan fatwa tersebut agar dipatuhi umat Islam tanpa harus mengurangi rasa hormat pada lingkungan sekitar dan rasa menghargai keyakinan agama lain.

"Semangat itulah menurut saya harus kita tangkap," kata dia.

Menag mengatakan prinsip dari fatwa tersebut adalah toleransi, saling menghargai dan menghormati keyakinan serta kepercayaan agama lain.

"Tidak harus masing-masing dari kita menggunakan atribut keagamaan yang bukan dari keyakinan kita," kata dia, seperti yang dikutip dari laman beritajatim.com.

Terkait Hari Natal yang segera jatuh pada 25 Desember, Lukman berharap umat Islam dan saudara sebangsa untuk menghargai dan menghormati perayaan itu. Warga Indonesia juga tidak sedikit yang memeluk agama Kristiani.

Terbaru
22 Januari 2017 | 12:15
Cuitan SBY dituding hanya pencitraan
21 Januari 2017 | 00:35
Aher: hentikan konflik ormas!
20 Januari 2017 | 15:58
"FPI tak perlu dibubarkan"
20 Januari 2017 | 15:44
Ahok: tangkap pengancam kebhinekaan
20 Januari 2017 | 15:29
Politisi Gerindra sebut Jokowi panik
20 Januari 2017 | 13:04
Ahok: Masih mau gubernur lain?