Politik

Jokowi Bentuk Lembaga Pemantapan Pancasila

1.5K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
16:09
19 DES 2016
Dok. Presiden Joko Widodo
Editor
Sumber
Antara

Rimanews - Presiden Joko Widodo akan membuat sebuah lembaga atau unit terkait pemantapan Pancasila termasuk bela negara.

"Di bawah presiden langsung," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas dengan topik Pemantapan Pancasila di Kantor Presiden Jakarta, hari ini, seperti dikutip dari Antara.

Lembaga itu penting, menurut Jokowi, karena saat ini banyak negara di dunia termasuk negara-negara maju sedang gelisah karena toleransi yang mulai terkoyak, solidaritas sosial mulai terbelah, ketertiban sosial yang terganggu, dan semakin goyah dalam mengelola keberagaman dan perbedaan. 

"Dunia juga sekarang dihantui aksi terorisme, aksi ekstirmisme, dan radikalisme," katanya.

Dia menyatakan, di tengah kondisi dunia yang seperti itu, Indonesia bersyukur memiliki Pancasila. "Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa tidak cukup hanya dibaca, diketahui, dihapalkan, ataupun dijadikan simbol pemersatu bangsa," katanya.

Pancasila, kata dia, harus diamalkan, harus dikonkritkan, serta harus diimplementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta di dalam kehidupan sehari-hari.

"Harus betul-betul diwujudkan dalam pola pikir, dalam sikap mental, dalam gaya hidup, dalam perilaku nyata kita di dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Menurut Jokowi, Pancasila juga harus menjadi ideologi yang bekerja dan terlembagakan dalam sistem serta dalam kebijakan baik di bidang ekonomi, politik, sosial, maupun budaya.

"Saya yakin hanya dengan itu kita akan punya pondasi yang kokoh dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada serta bisa dengan percaya diri menyongsong masa depan kita," kata dia. 

KATA KUNCI : , , ,
Terbaru
27 Juli 2017 | 06:01
Pansus KPK akan rugikan Jokowi
25 Juli 2017 | 15:02
Impian Yusril untuk PBB di 2019
24 Juli 2017 | 18:39
Amien Rais talak Jokowi
22 Juli 2017 | 06:01
Golkar panen tersangka korupsi
21 Juli 2017 | 07:31
DPR sahkan UU Pemilu
20 Juli 2017 | 06:00
Keajaiban Setya Novanto
18 Juli 2017 | 11:04
Nurdin Halid: Golkar tetap solid