Politik

Polisi Panggil Buni Yani Terkait Pidato Sri Bintang di Kalijodo

2.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:57
20 DES 2016
Dok. Buni Yani. Foto
Reporter
Angga Yudha Pratama
Sumber
Rimanews

Rimanews - Penyidik Polda Metro Jaya memanggil Buni Yani sebagai saksi kasus dugaan makar dengan tersangka Sri Bintang Pamungkas dan akan dimintai keterangan mengenai pidato Sri Bintang di Kalijodo, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

"Itu saya enggak tahu menahu. Sebagai warga negara yang baik, saya datang ke sini. Jadi apa yang saya tahu ya saya kasih tahu," ujar Buni sebelum menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, hari ini.

Sri Bintang bersama tujuh orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar. Sri Bintang disangkakan Pasal 104 KUHP tentang tindakan penyerangan (makar) terhadap Presiden. Pasal pelapisnya adalah Pasal 134 tentang penghinaan terhadap martabat Presiden, atau Pasal 137 tentang penghinaan dengan tulisan dan lukisan.

Namun, hingga kini hanya Sri Bintang yang dilakukan penahanan. Polisi beralasan penahanan Sri Bintang lantaran mantan aktivis itu tidak kooperatif.

Buni Yani mengaku tidak sedang berada di Kalijodo saat Sri Bintang menyampaikan pidato. Meski demikian, dia mengaku mengenal Bintang.
"Dia kan tokoh reformasi, semua orang tahu. Tapi enggak kenal dekat," jelas Buni.

Kuasa Hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menambahkan, selain soal pidato Sri Bintang di Kalijodo, tidak menutup kemungkinan penyidik akan menanyakan hal lain tentang Bintang. Dia karena itu menyarankan kliennya untuk memenuhi panggilan polisi.

"Mungkin ada hal lain yang ingin diperdalam. Ya saya dorong Pak Buni untuk datang dan klarifikasi," beber Aldwin.

Terbaru
28 Februari 2017 | 06:00
Putri Cendana di pihak mantan
27 Februari 2017 | 20:41
37 persen warga Aceh golput
27 Februari 2017 | 14:30
37 persen warga Aceh golput
27 Februari 2017 | 09:48
Permintaan Ahok pada Raja Arab
27 Februari 2017 | 02:16
Menag ajak DDII gaungkan Islam moderat
26 Februari 2017 | 14:55
PDIP klaim kuasai Papua dan Aceh
26 Februari 2017 | 14:03
Ketua KPU DKI puji Agus Yudhoyono
26 Februari 2017 | 12:42
KPU DKI siap digugat
25 Februari 2017 | 20:59
60 persen dana parpol ditanggung APBN
25 Februari 2017 | 16:17
Narkoba teror menakutkan bagi bangsa
25 Februari 2017 | 15:45
Polda Jabar bentuk polisi santri
25 Februari 2017 | 15:15
Demokrasi tak pernah kebablasan
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah