Politik

Banyak kader NasDem membelot, soliditas Ahok-Djarot tercemar

8.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
12:15
29 DES 2016
Dok,. Ahok di markas Slank
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio menilai, hijrahnya sejumlah kader partai pendukung Ahok-Djarot tidak akan banyak mempengaruhi kekuatan mesin partai untuk meraup suara.

"Tapi yang perlu dikhawatirkan adalah opini publik akibat peristiwa terjadinya perpindahan massal kader partai pendukung Ahok," ujar Hendri kepada Rimanews, hari ini.

Sepuluh dewan pimpinan cabang (DPC) Partai NasDem di sepuluh Kecamatan di Jakarta Timur mendeklarasikan dukungan untuk pasangan calon gubernur DKI nomor urut tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

Partai besutan Surya Paloh pun bergerak cepat dengan langsung melaporkan sejumlah dugaan pelanggaran kampanye dari kubu pasangan calon nomor urut tiga ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), kemarin. 

Awal Desember lalu, pasangan calon petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat juga dilanda masalah yang sama, yakni berbeloknya beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan untuk mendukung Anies-Sandi. Ketika itu, tim pemenangan Anies-Sandi menyebutkan sudah ada ratusan kader PDIP yang memutuskan untuk merapatkan barisan untuk memenangkan Anies-Sandi.

Hendri menjelaskan, akan muncul persepsi miring dari masyarakat bahwa internal partai pendukung Ahok tidak solid untuk memenangkan jagoannya pada pertaruangan Pilkada DKI.

"Pasti masyarakat membaca, wah para pendukungnya aja enggak solid, sama saja ternyata. Hingga pada akhirnya calon pemilih yang telah menentukan pilihannya beralih ke calon lain," terang Hendri.

Hendri karena itu menilai wajar bila NasDem begitu risau dengan peristiwa pembelotan sejumlah kadernya. Sebab, opini tersebut punya pengaruh besar buat kemenangan pasangan calon nomor urut dua di Pilkada DKI.

Terbaru
22 Januari 2017 | 12:15
Cuitan SBY dituding hanya pencitraan
21 Januari 2017 | 00:35
Aher: hentikan konflik ormas!
20 Januari 2017 | 15:58
"FPI tak perlu dibubarkan"
20 Januari 2017 | 15:44
Ahok: tangkap pengancam kebhinekaan
20 Januari 2017 | 15:29
Politisi Gerindra sebut Jokowi panik
20 Januari 2017 | 13:04
Ahok: Masih mau gubernur lain?