Politik

APBD DKI 2017 sudah bisa dicairkan sejak 1 Januari

1.4K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
21:02
03 JAN 2017
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono
Editor
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Per 1 Januari 2017, dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta Tahun 2017 sudah bisa digunakanusai disahkan dalam rapat paripurna 19 Desember 2016 lalu.

"Hari ini sudah bisa digunakan. Tidak ada anggaran yang mendahului," kata Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat, hari ini.

Soni, sapaan Sumarsono mengatakan, evaluasi APBD DKI 2017 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah disesuaikan. Sehingga pelaksanaan program dan kegiatan tidak perlu menggunakan anggaran mendahului atau bisa langsung memakai dana dari APBD.

Anggaran rutin seperti gaji pegawai, Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), anggaran telepon, air, listrik dan internet (TALI) sudah bisa digunakan seperti biasanya.

"Anggaran rutin termasuk anggaran yang tidak bisa ditunda. Itu semua bisa dicairkan," katanya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov DKI Jakarta.

Ia menambahkan, anggaran rutin lainnya yang bisa dicairkan seperti anggaran pakan hewan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Anggaran itu tidak bisa ditunda karena menyangkut kelangsungan hidup hewan.

Terbaru
28 Februari 2017 | 06:00
Putri Cendana di pihak mantan
27 Februari 2017 | 20:41
37 persen warga Aceh golput
27 Februari 2017 | 14:30
37 persen warga Aceh golput
27 Februari 2017 | 09:48
Permintaan Ahok pada Raja Arab
27 Februari 2017 | 02:16
Menag ajak DDII gaungkan Islam moderat
26 Februari 2017 | 14:55
PDIP klaim kuasai Papua dan Aceh
26 Februari 2017 | 14:03
Ketua KPU DKI puji Agus Yudhoyono
26 Februari 2017 | 12:42
KPU DKI siap digugat
25 Februari 2017 | 20:59
60 persen dana parpol ditanggung APBN
25 Februari 2017 | 16:17
Narkoba teror menakutkan bagi bangsa
25 Februari 2017 | 15:45
Polda Jabar bentuk polisi santri
25 Februari 2017 | 15:15
Demokrasi tak pernah kebablasan
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah