Politik

Pemerintah kecam pembentangan bendera OPM di KJRI Melbourne

3K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:32
07 JAN 2017
Seorang pria membentangkan bendera Bintang Kejora di kantor Konsulat Jenderal Republik Indonesia Melbourne. Foto: Facebook/Izzy Brown
Reporter
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Pemerintah Indonesia mengecam keras tindakan kriminal yang dilakukan simpatisan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang membentangkan bendera Bintang Kejora di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne.

Peristiwa itu terjadi kemarin pada pukul 12.52 waktu setempat saat sebagian besar staf KJRI sedang melaksanakan ibadah salat Jumat. 

Dalam video yang diunggah ke Facebook oleh pengguna bernama Izzy Brown, terlihat seorang pria berambut panjang memasuki kantor KJRI dan memanjat atapnya melalui gedung SMEC Australia Pty. Ltd. di Queens Road, Melbourne.

"Pemerintah RI telah menyampaikan protes ke Pemerintah Australia dan meminta agar pelaku segera ditangkap dan dihukum secara tegas sesuai hukum yang berlaku," kata Lalu Muhammad Iqbal, direktur perlindungan warga negara Indonesia dan badan hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri, dalam sebuah pernyataan yang diterima Rimanews hari ini.

Indonesia mengingatkan pemerintah Australia akan tanggung jawabnya melindungi perwakilan diplomatik dan konsuler di negara mereka sesuai konvensi Wina 1961 dan 1963 mengenai hubungan diplomatik dan konsuler.

"Pemerintah RI meminta kepada pemerintah Australia untuk memastikan dan meningkatkan perlindungan terhadap semua properti diplomatik dan konsuler Indonesia," tambah pernyataan tersebut.

Pagi ini Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga sudah menjalin komunikasi dengan Menlu Australia Julie Bishop untuk menekankan kewajiban Australia sesuai konvensi Wina. 

Menlu Australia menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut dan berjanji akan meningkatkan keamanan di seluruh kantor diplomatik dan konsuler Indonesia. Australia juga berkomitmen akan menangkap pelaku.

Terbaru
28 April 2017 | 21:05
Pilkada DKI jadi Pilpres jilid II
27 April 2017 | 16:40
Petinggi Golkar tidak solid
27 April 2017 | 15:29
500 antrean untuk jumpa Ahok
27 April 2017 | 07:20
"Penyidik KPK zalim dan sembrono"
26 April 2017 | 20:34
Gerindra tolak hak angket KPK