Politik

Pengibaran bendera OPM di Konsul Melbourne langgar konvensi Wina

1.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
22:53
09 JAN 2017
Bendera OPM di KJRI Melbourne, Australia
Reporter
Andika Dwi Annur
Sumber
Rimanews

Rimanews - Ketua DPR RI Setya Novanto meminta pemerintah Australia melakukan investigasi terkait pengibaran bendera OPM di KJRI Melbourne, Australia karena tindakan itu dinilai melanggar konvensi Wina.

"Ini tindakan kriminal dan tidak bisa ditolerir. Masalah diplomatik harus dijaga termasuk aset indonesia,"ujar Novanto di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, hari ini.

Bendera Bintang Kejora dikibarkan di kantor Konsulat Jenderal RI di Melbourne, Australia, Jumat pelakunya oleh dua orang tak dikenal. Mereka menerobos ke kantor KJRI ketika kantor sedang sepi karena staf sedang mengikuti salat Jumat. KJRI Melbourne adalah wilayah kedaulatan Indonesia sesuai dengan dan dilindungi oleh hukum internasional.

Novanto mengaku telah menghubungi Kementerian Luar Negeri  untuk mendapat informasi lebih jelas. Selain itu, dia mengapresiasi sikap Panglim TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam kasus ini.

Dari Istana, Presiden Joko Widodo mengaku sudah mendapatkan laporan dari Menteri Luar Negeri RI terkait insiden tersebut. Dia meminta Menlu untuk menyampaikan permintaan kepada Pemerintah Australia agar mengambil tindakan untuk mencegah agar kejadian serupa tak terulang. 

"Saya sudah mendapatkan laporan dari Menlu (tentang) penambahan aparat keamanan dari Australia untuk kanan-kiri. Saya kira itu urusan dalam negeri Australia," katanya.

KATA KUNCI : , , , , ,
Terbaru
22 Januari 2017 | 12:15
Cuitan SBY dituding hanya pencitraan
21 Januari 2017 | 00:35
Aher: hentikan konflik ormas!
20 Januari 2017 | 15:58
"FPI tak perlu dibubarkan"
20 Januari 2017 | 15:44
Ahok: tangkap pengancam kebhinekaan
20 Januari 2017 | 15:29
Politisi Gerindra sebut Jokowi panik
20 Januari 2017 | 13:04
Ahok: Masih mau gubernur lain?