Politik

Beri kesaksian palsu, pengacara Ahok akan polisikan mantan biarawati

11.6K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
19:07
10 JAN 2017
Dok. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
Reporter
Oki
Sumber
Rimanews

Rimanews - Tim kuasa hukum terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bersikeras akan melaporkan Irena Handono, saksi kedua yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) pada sidang lanjutan kasus penistaan agama karena dinilai memberikan kesaksian palsu dan dengan sengaja memfitnah kliennya di ruang sidang.

"Kita akan laporkan dia (Irena) karena sidang sudah mau masuk taraf akhir. Besok kita akan laporkan ke Polda Metro Jaya," ujar Humprhey R. Djemat, salah pengacara Ahok di gedung Kementerian Pertanian, Ragunan, hari ini.

Dalam kesaksiannya Irena menyebutkan bahwa selama menjabat Ahok memang telah memberikan banyak bantuan untuk pembangunan Masjid. Namun pada nyatanya, Ahok juga merobohkan salah satu Masjid di Jakarta.

Irena yang berlatar belakang mantan Biarawati juga mengaku tidak bisa terima dengan pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu yang diklaim sebagai memberikan edukasi buat warga disana dengan memberikan sosialisasi budi daya ikan kerapu. Menurutnya, Ahok jelas-jelas telah menyebarkan kebencian terhadap agama Islam dengan mengutip Surat Al-Maidah ayat 51.

"Saya bisa katakan bahwa semua keterangan itu tidak benar. Keterangan tersebut bersifat palsu dan fitnah," ungkap Humprhey.

Dia mengungkapkan pada kesaksiannya, Irena juga menyebutkan bahwa Monas dilarang dijadikan tempat kegiatan keagamaan, namun Ahok memperbolehkan untuk kegiatan paskah umat kristiani.

"Pak Ahok bilang kan langsung, bahwa dia tidak memperbolehkan kegiatan dari mana pun. Karena sesuai peraturan Monas itu hanya diperbolehkan untuk acara kenegaraan," terang Humprhey.

"Kita akan minta ke majelis hakim untuk melakukan proses hukum terhadap yang bersangkutan karena kesaksiannya palsu," katanya lagi. 

Terbaru
25 Februari 2017 | 20:59
60 persen dana parpol ditanggung APBN
25 Februari 2017 | 16:17
Narkoba teror menakutkan bagi bangsa
25 Februari 2017 | 15:45
Polda Jabar bentuk polisi santri
25 Februari 2017 | 15:15
Demokrasi tak pernah kebablasan
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
Berita Terkait
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok