Politik

Politisi Golkar sindir Jokowi tak punya visi membangun negara

6.7K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
11:01
12 JAN 2017
Reporter
Ahmad
Sumber
Rimanews

Rimanews - Politisi muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pemerintahan sekarang ini semakin lama memperlihatkan jati dirinya sebagai pemerintahan yang tidak memiliki kemampuan dan konsep mandiri dalam membangun negara.

"Saya nggak mengerti lagi kemana sebenarnya bangsa ini mau dibawa oleh Jokowi. Sudahlah rakyatnya dibuat susah terus dengan dihujani kenaikan-kenaikan harga, asset bangsanya pun satu per satu mau digadaikan," kata Doli kepada wartawan di Jakarta hari ini.

Presiden Joko Widodo memang pernah mengkampanyekan untuk mengambil kembali sejumlah aset negara yang sudah dibeli asing. Salah satu yang paling santer terdengar adalah buyback Indosat yang sudah dipegang Singapura. Namun, hingga hampir 3 tahun pemerintahan berjalan janji tersebut belum terwujud.

Doli menjelaskan, hampir semua kebijakan strategis yang diambil selalu terkait dengan pihak asing.

Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, kereta api, dan transportasi laut, konsesi tambang yang mengundang investor asing, pembiaran TKA Ilegal asal China membanjiri Indonesia, proyek reklamasi di Jakarta Utara yang diiklankan di Kawasan China daratan dan Hongkong, gagasan agar BUMN dipimpin oleh "bule", hingga yang terakhir pernyataan langsung Menko Maritim yang akan memberikan konsesi kepada pihak asing untuk mengelola pulau-pulau Indonesia.

"Semuanya seperti bentuk tidak adanya kepercayaan diri sebagai sebuah bangsa yang besar. Pemerintahan ini tidak memiliki visi dan konsep pembangunan Indonesia yang berdaulat dengan kemampuan menjalankan sistem ekonomi, politik, dan budaya mengandalkan sumber daya sendiri," tuturnya.

Rakyat, kata dia, sudah terbebani dengan kenaikan harga kebutuhan pokok. Bila jabatan diberikan kepada pihak asing, maka posisi Presiden pun bisa saja tergantikan.

"Bila dibiarkan terus situasi ini, suatu saat bukan hanya Dirut BUMN saja yang dari asing, jabatan menteri atau bahkan Presiden pun akan di"out sourcing" juga ke asing. Lama kelamaan rakyat pun harus pakai izin masuk ke wilayahnya sendiri karena banyak dikuasai asing," tandasnya.

Terbaru
16 Januari 2017 | 12:27
"Ibu Megawati menistakan agama"
16 Januari 2017 | 09:21
Jokowi jajal panser Anoa Amfibi
16 Januari 2017 | 05:19
Yang terlewat dari debat cagub lalu
16 Januari 2017 | 00:16
Kata Sandiaga, Prabowo puas
15 Januari 2017 | 06:02
Ahok-Djarot menang di media sosial
14 Januari 2017 | 06:06
Meng-Kim Jong Un-kan Jokowi
14 Januari 2017 | 00:02
Reformasi jilid II hanya ilusi
13 Januari 2017 | 21:59
Sylvi sebut Anies pak menteri
13 Januari 2017 | 21:11
"Waktunya habis bu Sylvi"
13 Januari 2017 | 21:00
Sylviana Murni cuma nonton
Berita Terkait
3 Januari 2017 | 06:05
Jokowi dan sarung kotak-kotak