Politik

Gerindra berkomunikasi dengan 4 partai pendukung Agus

2.8K
DILIHAT
/
0
SHARE
/
09:38
16 FEB 2017
Dok: Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono
Reporter
Febrianto
Sumber
Rimanews

Rimanews - Partai Gerindra akan membangun komunikasi serius dengan empat partai yang mengusung Agus Yudhoyono-Sylviana Murni untuk mendukung Anies Baswedan - Sandiaga Uno bertarung di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017.

"PPP, PAN, PKB dan Demokrat semangatnya sama dengan kami: menghadirkan gubernur baru yang menyejukan mendukung kemajuan Jakarta," ujar Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono, kepada Rimanews, hari ini.

Dari hitung cepat sejumlah lembaga survei, pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, Nasdem, Hanura dan Golkar mendapatkan suara rata-rata 43 persen. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno yang diusung Gerindra dan PKS 40 persen suara dan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni yang diusung Demokrat, PPP, PAN dan PKB di bawah 20 persen.

Bila hitungan lembaga survei tidak meleset jauh dengan data KPU, maka Pilkada DKI akan berlangsung dua putaran.

Gerindra menyatakan terbuka dan mengharapkan empat partai tersebut mendukung Anies-Sandi untuk bertarung melawan Ahok-Djarot di putaran kedua.

Sebagai calon yang melawan petahana, Gerindra yakin Demokrat, PAN, PKB dan PPP akan mengusung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Keempat partai tersebut punya cita-cita yang sama. Apa yang sudah baik di Jakarta akan dilanjutkan dan program yang lain diperbaiki dengan suasana kesejukan," kata Ferry.

Ferry yang juga juru bicara Anies-Sandi menyebut akan melakukan komunikasi intens dengan empat partai pendukung Agus, agar cita-cita perubahan terjadi.

 

Terbaru
24 Februari 2017 | 18:03
Jokowi: saya cinta Muhammadiyah
24 Februari 2017 | 11:23
Hak Angket Ahok cuma gaya-gayaan DPR
24 Februari 2017 | 10:14
Gerindra yakini Angket Ahok Gate mulus
24 Februari 2017 | 10:02
Kemendagri siapkan pengganti Ahok
24 Februari 2017 | 06:00
Renyahnya gorengan isu Freeport
23 Februari 2017 | 15:22
Ahok: saya selalu salah
23 Februari 2017 | 06:00
2 aral baru bagi ahok
22 Februari 2017 | 20:23
Djarot tak kenal Iwan Bopeng
22 Februari 2017 | 17:32
Demokrasi di Indonesia kebablasan
22 Februari 2017 | 15:36
Mendagri: saya tidak bela Ahok
22 Februari 2017 | 13:07
Putusan MA soal Ahok sudah tepat
22 Februari 2017 | 12:46
MK buka pendaftaran sengketa pilkada
22 Februari 2017 | 11:29
Mendagri siap digugat atas status Ahok