Politik

Polisi tangkap pemuda mabuk rusak TPS di Papua

994
DILIHAT
/
0
SHARE
/
13:10
16 FEB 2017
Dok. Pemungutan suara di Papua. Foto: Antara
Editor
Dede Suryana
Sumber
Rimanews

Rimanews - Polisi menangkap dua orang mabuk yang merusak TPS Pilkada di BTN Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.

"Benar. Tadi sekitar pukul 11.00 WIT ada dua orang oknum warga yang mabuk alkohol rusak alat TPS," kata Kapolres Jayapura AKBP Gustav Urbinas di Sentani, Jayapura, seperti dilansir Antara, hari ini.

Provinsi Papua merupakan salah satu daerah yang melaksanakan Pilkada seretak pada 15 Februari kemarin. Pilkada Papua diikuti oleh tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, yakni pasangan Stepanus Malak-Ali Hindom yang diusung Partai Golkar dan Partai Demokrat, pasangan Irene Manibuy-Abdullah Manaray yang didukung Partai Hanura, PKS, PPP, dan PKB, dan pasangan Dominggus Mandacan-Mohamad Lakotani yang didukung Partai NasDem, PDIP, PAN, dan PKPI.

Gustav mengatakan, dua orang bersenjata tajam itu mengamuk, mengancam dan merusak TPS, namun tidak sampai menimbulkan korban jiwa.

"Jadi, setelah menerima laporan, jajaran yang berkeliling di lapangan langsung ke TKP di TPS 9 BTN Doyo Baru dan menangkap keduanya kemudian digiring ke Mapolres," katanya.

Menurut dia, kedua oknum warga ini jika terbukti melakukan pelanggaran atau dengan sengaja ingin menggagalkan pesta demokrasi akan dihukum.

"Kalau terbukti, akan dihukum. Satu di antaranya berinisial O. Yang pasti lagi dikaji dan diperiksa dengan seksama apakah persoalan ini terkait pidana umum atau pidana pemilu," katanya.

Gustav membantah soal kabar yang beredar bahwa ada korban yang dirawat di RSUD Yowari karena perbuatan kedua oknum warga yang mabuk alkohol tersebut. "Tidak benar. Mereka hanya mengganggu TPS, merusak bilik suara, ini yang lagi didalami, apa benar demikian," katanya.

Terbaru
28 April 2017 | 21:05
Pilkada DKI jadi Pilpres jilid II
27 April 2017 | 16:40
Petinggi Golkar tidak solid
27 April 2017 | 15:29
500 antrean untuk jumpa Ahok
27 April 2017 | 07:20
"Penyidik KPK zalim dan sembrono"
26 April 2017 | 20:34
Gerindra tolak hak angket KPK